detikNews
Selasa 16 April 2019, 11:08 WIB

Kapolres Jaksel: Waspadai 'Rabu Putih', Bisa Ganggu Psikologis Pemilih

Farih Maulana - detikNews
Kapolres Jaksel: Waspadai Rabu Putih, Bisa Ganggu Psikologis Pemilih Foto: Polres Jaksel Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pencoblosan (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Polres Jakarta Selatan menggelar apel pasukan pengamanan pencoblosan 17 April 2019. Dalam sambutannya, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar memberikan imbauan kepada jajaran untuk mewaspadai kerawanan, salah satunya adanya gerakan 'Rabu Putih'.

"Berbagai macam berdasarkan informasi intelijen tentunya yang perlu kita antisipasi, pertama kita tahu kita dengar ada upaya atau rencana dari kelompok-kelompok tertentu dan mereka menamakan 'Rabu putih' yang starting mungkin dari tempat ibadah kemudian ke TPS yang tujuannya tentunya ingin menghambat kelancaran daripada kegiatan pemungutan suara," kata Kombes Indra saat memimpin apel pasukan di Polres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (16/4/2019).

Apel ini dihadiri oleh Ketua KPU Jakarta Selatan Agus Sudono dan Ketua Bawaslu Jaksel Muchtar Taufiq. Kegiatan ini juga diikuti oleh ratusan personel polisi.

Indra menegaskan, pengerahan massa ke TPS tidak diperbolehkan. Sebab, dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan dengan calon pemilih lain yang ada di TPS.

"Ini tidak dibenarkan, karena ini tentunya akan mengganggu secara psikologis kepada calon-calon pemilih," imbuhnya.



Dalam kesempatan itu, Indra juga menyampaikan beberapa isu terkait pencoblosan. Salah satunya pencoblosan di luar negeri yang telah berlangsung beberapa hari lalu.

"Isu yang muncul beberapa hari ini seolah terjadi beberapa kejadian, kecurangan baik di dalam negeri ataupun di luar negeri, khususnya di luar negeri. Namun demikian kita jangan terpengaruh karena itu sudah ada yang menangani dan ini menandakan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan memang situasi tidak kondusif, ini tentunya ada," jelas Indra.

Indra juga menyampaikan adanya pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan pesta demokrasi ini sejak pentahapan awal pemilu 2019.

"Kalau kita mengikuti mulai dari awal dimulai pentahapan pemilu sampai dengan kegiatan kampanye berakhir kemarin tanggal 13 (April) ya memang masih ada pihak-pihak tertentu yang ingin kegiatan pesta demokrasi ini tidak kondusif," ucapnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada jajarannya untuk tetap waspada. Personel diimbau untuk menjaga kondusivitas keamanan khususnya di wilayah Jakarta Selatan.

"Sehingga kita yang diberikan amanah ini harus pandai atau mensikapi agar kita bisa tetap menjaga atau memelihara kondusivitas khususnya di wilayah DKI Jakarta," tandasnya.



Saksikan juga video 'Bawaslu Berharap, 17 April DPT Tidak Bermasalah':

[Gambas:Video 20detik]


(mei/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed