Temui Bos JICT, Para Pendemo Keluhkan Banyaknya Pungli
Kamis, 29 Sep 2005 09:17 WIB
Jakarta - Setelah melakukan aksi demo selama kurang lebih satu jam, para pengunjuk rasa dari Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) akhirnya diterima oleh manajemen Pelabuhan Tanjung Priok.Delegasi yang terdiri dari 12 orang ini ditemui oleh Senior Manager General Affair and Security Hasan Basri Umar dengan Kabag Operasional KP3 Kompol Hartono sebagai saksi pertemuan.Dalam pertemuan tersebut para sopir menyatakan keluh kesahnya pada pihak manajemen. Mereka meminta agar polisi dan pihak Jakarta International Container Terminal (JICT) untuk mendirikan Posko Antipungli selama 24 Jam. Mereka juga meminta posko ini dijaga oleh perwakilan sopir, polisi dan JICT.Menanggapi usulan para sopir tersebut, Hasan menyambut positif. Dia berjanji akan mempertemukan para sopir dengan Direktur Utama JICT Tony Prabowo hari Selasa pekan depan.Menurut pimpinan delegasi para sopir, Teguh, pungli di Pelabuhan Tanjung Priok sudah sedemikian parahnya sehingga sulit untuk diberantas."Karena ini dilakukan oleh oknum-oknum JICT, Bea Cukai bahkan keamanan pelabuhan sehingga setiap kali ingin melapor percuma saja mereka sudah kerjasama," keluh Teguh.Menurut rencana, mereka akan melanjutkan aksi ini ke Istana dengan menggunakan bus-bus yang telah disediakan oleh pihak aparat kepolisian KP3. Dan saat ini telah tampak sekitar tiga bus yang akan dipergunakan untuk mengangkut para pendemo ke Istana.Sempat terjadi kericuhan akibat telah hilangnya plat nomer kontainer milik seorang pendemo. Para pendemo menuduh hilangnya plat nomer mereka dilakukan oleh pihak JICT. Namun kejadian ini tak berlangsung lama karena kejadian ini berhasil dilerai oleh pihak kepolisian KP3.
(ahm/)











































