detikNews
Minggu 14 April 2019, 14:56 WIB

WNI di Luar Negeri Antre Berjam-jam di TPS, Ini Penjelasan KPU

Andhika Prasetia - detikNews
WNI di Luar Negeri Antre Berjam-jam di TPS, Ini Penjelasan KPU Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2019 bagi WNI yang berada di luar negeri diwarnai antrean yang memakan waktu berjam-jam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan dugaan sementara penyebab antrean di TPS luar negeri.

"Dugaan sementara, antrean itu kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK), yakni pemilih yang tidak masuk DPT/DPTb, dan baru sadar belakangan untuk ikut milih (bukan lapor saat masih proses pendataan). Putusan MK bilang, mereka bisa nyoblos di satu jam terakhir (dan sepanjang surat suara masih ada)," ujar Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi saat dimintai konfirmasi, Minggu (14/4/2019).


Terkait persoalan di atas, khususnya di Melbourne dan Sydney, Pramono mengatakan membludaknya Daftar Pemilih Khusus (DPK) di Melbourne masih bisa ditangani karena masih tersedianya surat suara. Sedangkan TPS di Sydney, dijelaskan Pramono, ditutup karena masa sewanya sudah habis.


"Info sementara, di Melbourne pemilih DPT yang datang ke TPS hanya 40%. Jadi membludaknya pemilih DPK masih terfasilitasi dengan surat suara yang tersedia (60% plus cadangan). Kalau di Sydney, TPS luar negeri ditutup karena tempatnya menyewa, dan sudah habis jam sewanya," ujar Pramono.

Untuk diketahui, WNI di luar negeri lebih dulu menggunakan hak pilihnya pada tanggal 8 hingga 14 April 2019. Nantinya, surat suara akan dihitung pada tanggal 17 April 2019.


Tonto video Nyoblos Hari Ini, WNI di Malaysia Sangat Antusias:

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/imk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com