Ribuan Orang Bergabung dalam Aksi Tolak Kenaikan BBM
Kamis, 29 Sep 2005 05:50 WIB
Jakarta - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam aliansi rakyat menggugat (ARM) akan melakukan aksi pemogokan massal di sejumlah tempat di berbagai daerah. Elemen yang terdiri dari sopir angkot, sopir taksi, sopir PPD, buruh pelabuhan serta pabrik dan guru akan melakukan mogok massal mulai subuh hingga pukul 09.00 WIB hari ini, Kamis (29/9/2005)."Kami mohon maaf mogok ini semata-mata perlawanan kami dari kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat menaikkan harga BBM," kata koordinator ARM Muhammad Jumhur Hidayat di Cafe Venezia Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini, Jakarta, Rabu (28/9/2005).Jumhur juga ditemani oleh perwakilan dari pihak Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Ciputat, Kampung Melayu dan perwakilan PPD.Menurut Jumhur, tempat-tempat aksi mogok itu adalah Terminal Ciputat, Terminal bus PPD, Kampung Melayu, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak Bakaheuni, Taksi Bandara Soekarno Hatta serta pemblokiran jalan antara Sukamandi dan Pamanukan di Jalur Pantura serta di kawasan industri."Kabar yang menggembirakan lagi para guru ikut serta melakukan aksi mogok pada jam istirahat," kata Jumhur.Untuk itu, lanjutnya, Ia meminta pihak Polri untuk membantu mogok ini agar terselenggara dengan aman tertib dan damai. Ia juga meminta pada masyarakat agar menghindari kawasan-kawasan yang menyelenggarakan aksi mogok ini. "Kami juga mengimbau agar masyarakat turut serta dalam aksi mogok massal ini," tambah Jumhur.Jumhur memperkirakan sedikitnya 1.600 angkot yang berarti 6.000 orang akan berkumpul melakukan aksi mogok ini. Di Ciputat, Kampung Melayu 500 orang, di pelabuhan 500-600 trailer serta ratusan sopir taksi."Belum lagi dari pihak lain untuk itu Polri harus melakukan penjagaan agar kegiatan ini dapat berlangsung aman," ujar Jumhur sebagai penanggung jawab dari aksi tersebut.Jumhur juga mengancam, apabila pemerintah tetap ngotot melakukan kenaikan BBM maka aksi mogok ini akan terus terjadi."Ini adalah peringatan terakhir bagi SBY-JK. Kalau pemerintah tetap melakukan kenaikan BBM maka kami akan mogok tanpa batas waktu sampai harga batal dinaikkan," tegasnya.Jumhur menjamin aksi ini tidak akan berlangsung anarkis. Namun lebih merupakan aksi untuk kepentingan masyarakat.
(ahm/)











































