Meskipun BBM Habis, SPBU di Malang Tetap Dipadati Pengendara

Meskipun BBM Habis, SPBU di Malang Tetap Dipadati Pengendara

- detikNews
Kamis, 29 Sep 2005 00:10 WIB
Malang - Tiga hari mendekati kenaikan harga BBM, beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Malang Jawa Timur terus dipadati para konsumen. Bahkan dibeberapa SPBU yang sudah menuliskan premium habis pun masih dipadati para pembeli, baik yang menggunakan motor atau mobil.Dari pantauan detikcom, Rabu (28/9/2005), di SPBU Randu Agung, Lawang, meski petugas SPBU sudah memberikan peringatan premium habis, namun para pembeli baik yang menggunakan roda 2 dan roda 4 tetap setia menunggu pasokan dari pertamina datang. Hingga hal ini menimbulkan antrian mencapai radius 200 meter.Dari sekitar 50 mobil pribadi, angkutan kota dan truk yang mengantri, terdapat beberapa mobil yang berasal dari luar kota Malang.Kepada detikcom, Yakub warga Gresik yang hendak berpergian ke Blitar, menuturkan terpaksa harus rela ikut antri selama kurang lebih 2 jam untuk mendapatkan bensin. Karena sejak memasuki tapal batas kota Malang, speedometer bensin di Mobil Kijang yang dikendarainya sudah menunjuk di garis merah."Kalau saya tidak dapat bensin di SPBU ini, saya tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Blitar, mas.Meski harus tunggu 2 jam lebih, tidak apalah, yang penting urusan bisnis saya hari ini bisa lancar,"Kata Yakub.Keluhan serupa juga dilontarkan Bagus Suryo warga Bedali Lawang yang mengaku terpaksa harus rela berputar-putar untuk mencari SPBU yang masih menyediakan premium, kini ia harus rela antri selama 2 Jam menunggu pasokan bensin dari pertamina datang. "Saya sudah berkeliling hampir 4 SPBU, namun semuanya sudah tutup. Tadi sempat ketemu satu SPBU yang masih buka, tapi yang ada tinggal pertamax. Mau beli dipengecer, tidak ada yang jual. Terpaksa lari ke SPBU sini lagi, dari pada nanti sepeda motornya tidak bisa buat kerja," Keluh Bagus."Kalau dikatakan masyarakat panik, saya pikir enggak juga. Karena kita ngantri ini untuk kebutuhan kita sendiri. Coba kalau kita enggak punya bensin, kita besok kerja mau naik apa? Mungkin ini akal-akalan pertamina saja," tambah Bagus.Sedangkan beberapa penjual bensin eceran yang mencoba ikut mengantri, mengeluh sudah 2 hari ini terpaksa tidak berjualan bensin, karena untuk mendapatkan 30 Liter bensin harus menunggu sampai antrian mobil maupun sepeda motor terlayani semua."Kemarin saya coba antri sampai 5 jam. Tapi pas giliran kita, eh, bensinnya habis. Nasib mas ", keluh Sitrisno penjual bensin eceran di Singosari Malang.Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Wira penjualan Unit pemasaran V Pertamina Malang, Umar Khotib membantah kalau pasokan premium dari pertamina kosong. Karena pertamina Malang sendiri saat ini sudah menambah pasokan premium sebesar 8 hingga 10 persenuntuk kebutuhan masyarakat Malang Raya."Pasokan premium untuk masyarakat Malang sudah kita tambah sekitar 8 hingga 10 Persen dari 820 Kiloliter setiap harinya. Jadi kalau dikatakan pasokan terlambat, tidak benar itu. Mungkin kelangkaan premium akibat kepanikan masyarakat menjelang kenaikan BBM 1 Oktober mendatang, urai Umar Khotib. (ahm/)


Berita Terkait