Pertamina Yogya Bantah Kurangi Pasokan BBM

Pertamina Yogya Bantah Kurangi Pasokan BBM

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2005 23:15 WIB
Yogyakarta - Kepala Pertamina Unit Pemasaran IV Yogyakarta, Imam Hidayat Chalik membantah bila terjadinya antrean bahan bakar minyak (BBM) terutama jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) diakibatkan adanya pengurangan pasokan. Namun terjadinya antrean BBM diakibatkan oleh kepanikan masyarakat menghadapi kenaikan BBM 1 Oktober 2005 ini."Semua pasokan BBM normal, setiap hari seluruh permintaan kami penuhi semua, tapi pasokannya secara bergiliran berdasarkan permintan. Buktinya semua SPBU bisa melayani permintaan konsumen dan semua DO (delivery order) terpenuhi semuanya," kata Imam kepada wartawan dikantornya Jalan Mangkubumi, Yogyakarta, Rabu (28/9/2005).Menurut Imam, terjadinya antrean disebabkan adanya kepanikan masyarakat menghadapi rencana kenaikan BBM yang akan berlaku pada tanggal 1 Oktober 2005. Namun diakui bila jumlah permintaan premium di wilayah DIY dan eks Karesidenan Kedu saat ini mengalami peningkatan. Sedangkan, untuk pasokan premium sejak hari Selasa kemarin sudah dinaikkan hingga 110 persen. Jumlah total pasokan mencapai 2.562.000 liter. Jumlah tersebut jauh lebih besar dari hari biasanya yang hanya sekitar 2.300.000 liter."Pasokan BBM di semua SPBU berjalan lancar seusai DO dan sudah kita naikkan sekitar 10 persen dari hari sebelumnya. Namun kalau pun ada pengurangan pasokan di SPBU jumlahnya tidak terlalu banyak agar semua SPBU terlayani. Pasokan kepada agen maupun pangkalan setiap hari juga berjalan normal seperti biasa dan tidak ada pengurangan pasokan," urainya. Tercatat hingga akhir bulan Agustus permintaan premium sudah mencapai 64 persen. Padahal berdasarkan data tahun 2004 permintaan pada bulan yang sama seharusnya kurang dari 55 persen. Permintaan premium di wilayah DIY dan Kedu total 323.443.000 liter per tahun. Untuk jenis solar sekitar 102.632.000 liter per tahun. Sedangkan minyak tanah sekitar 141.709.000 liter per tahun. Imam meminta masyarakat Yogyakarta tidak perlu panik dalam menghadapi kenaikan harga BBM Oktober mendatang sehingga harus membeli BBM lebih banyak dari jumlah biasanya. Sebab pasokan BBM dari Depo Pertamina di Rewulu kepada SPBU-SPBU di DIY setiap hari berjalan lancar dan selalu terpenuhi. "Kami meminta masyarakat tak perlu panik, karena semua pasokan terutama premium dan minyak tanah dari Pertamina masih mencukupi," tandasnya. (ahm/)


Berita Terkait