detikNews
Sabtu 13 April 2019, 21:22 WIB

Prabowo Bawa Pernyataan KPK soal Kebocoran Rp 2 Ribu T ke Panggung Debat

Dwi Andayani - detikNews
Prabowo Bawa Pernyataan KPK soal Kebocoran Rp 2 Ribu T ke Panggung Debat Prabowo (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto mendapat kesempatan pertama menjawab pertanyaan debat kelima Pilpres 2019 soal solusi meningkatkan tax ratio. Prabowo lantas mengungkit pernyataan KPK.

"Masalah penerimaan negara ini sangat krusial. KPK sendiri mengatakan seharusnya kita menerima Rp 4.000 T tiap tahun, tetapi ternyata hanya Rp 2.000 T. Berarti ada kebocoran Rp 2.000 T," kata Prabowo di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

"Kalau saya selalu mengatakan Rp 1.000 T, ternyata KPK mengatakan lebih," sebut Prabowo.




Prabowo lantas mengungkit tax ratio era Orde Baru. Menurutnya, Indonesia bisa meningkatkan tax ratio hingga seperti era Orba, bahkan lebih jika menggunakan teknologi informatika.

"Sebetulnya Malaysia dan Thailand tax ratio sudah 19 persen dan mereka melaksanakan program information technology dengan komputerisasi sehingga semua transparan, sehingga cepat naik 19 persen," ucap Prabowo.

[Gambas:Video 20detik]


Pernyataan KPK yang dimaksud Prabowo ialah yang pernah disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan. Basaria punya penjelasan.

"Begini, tadi mungkin adik-adik dengar saya berbicara ya... kira-kira seperti itu yang saya ucapkan kemarin, jadi mungkin dengan kata-kata bocor ya, yang selalu saya katakan adalah bagaimana mengoptimalkan pendapatan daerah," ujar Basaria di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/4).


Basaria mencontohkan optimalisasi pendapatan itu seperti yang terjadi di Kota Makassar, yang disebutnya meningkat dari Rp 500 miliar menjadi Rp 1 triliun. Setelahnya, dia menargetkan pendapatan daerah itu meningkat lagi.

"Itu salah satu contohnya saja, sudah lihat tadi di Makassar saja bisa dari Rp 500 (miliar) sampai Rp 1 (triliun) yang sudah jadi dua kali lipat, targetnya untuk Rp 3 triliun nanti, sudah 6 kali lipat. Kalau semua daerah seperti ini, kira-kira pendapatan kita berapa? Bahkan lebih dari yang saya katakan," kata Basaria.

"Tapi bukan kebocoran yang saya katakan. Yang saya katakan adalah optimal, bagaimana mengoptimalkan pendapatan suatu daerah menjadi lebih banyak, kalau misalnya Rp 2.000 (triliun) jadi Rp 4.000 (triliun), yang tadi Rp 500 (miliar) jadi Rp 1 triliun, yang Rp 1 triliun nanti jadi Rp 3 triliun," imbuh Basaria.


Simak Juga Visi-Misi Prabowo-Sandi: Kritik Deindustrialisasi dan Jebakan 5%

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com