Tak Ada Penerangan, KPU Banten Siapkan Petromaks untuk Hitung Suara di Baduy

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 13 Apr 2019 13:15 WIB
Ilustrasi gedung KPU dan Pemilu serentak 2019. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Ilustrasi gedung KPU dan Pemilu serentak 2019. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Lebak - Penduduk adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten memang punya kearifan lokal berbeda dengan yang lain. Sampai saat ini, penduduk Baduy yang masuk di kawasan Desa Kanekes tak pernah menggunakan listrik.

KPU banteng menyiapkan lampu petromaks untuk melancarkan proses perhitungan suara di Baduy. Disebutkan, KPU Lebak membutuhkan puluhan petromaks di 27 TPS di Baduy. Terlebih, geografi pegunungan juga membutuhkan pengawalan khusus baik dari kepolisian dan TNI.

"Ada 27 titik itu tidak boleh ada listrik. Teman-teman di Lebak cari solusi paling tidak ada petromaks," kata Ketua KPU Banten Wahyul Furqon kepada wartawan, Lebak, Sabtu (13/4/2019).



Untuk menghindari terjadinya kerusakan, KPU Banten melarang penggunaan obor di TPS di Baduy. Ini dikhawatirkan akan merusak surat suara yang rentan terbakar. Pihaknya juga sudah meminta Pemda Lebak untuk memfasilitasi kebutuhan petromaks.

Oleh sebab itu, setiap petugas di 27 TPS di kawasan Baduy untuk meminta izin kepada para ketua adat di sana. Khususnya untuk penggunaan penerangan jika ada penghitungan dan distribusi surat suara.

"Karena bisa sampai malam misalkan sampai jam 7, makanya dibutuhkan penerangan," ujar Wahyul.



27 TPS Baduy sendiri tersebar di seluruh kawasan Baduy Luar. Ada kira-kira 6.000 warga Baduy yang masuk ke DPT. Khusus untuk warga Baduy Dalam sebanyak 500 orang, mereka tidak akan mencoblos di Pemilu kali ini. Ada ketentuan adat yang mereka melarang untuk memilih baik calon presiden maupun anggota legislatif.

"Dari dulu kan gitu aja 'lunang'. Lunang (ngilu kanu meeunang atau ikut pada yang menang) mana aja yang menang mendukung saja, silahkan saja. Soalnya tidak boleh berpolitik kalau orang dalam," kata Kepala Desa Kanekes Jaro Saija beberapa waktu lalu.


Simak Juga 'Mendagri Terjunkan Tim Pemantau Pemilu, Bantu Tugas KPU':L

[Gambas:Video 20detik]

(bri/idn)