Kompensasi BBM Baru Cair untuk 1.500 dari 12 Ribu Desa Tertinggal

Kompensasi BBM Baru Cair untuk 1.500 dari 12 Ribu Desa Tertinggal

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2005 17:00 WIB
Jakarta - Sedihnya jadi desa tertinggal. Pencairan dana kompensasi BBM-nya pun 'tertinggal'. Baru 1.500 dari 12 ribu desa tertinggal yang sudah bisa mencairkan dana.Jatah kompensasi yang diterima untuk kenaikan harga BBM per 1 Maret 2005 itu sebesar Rp 250 juta per desa. Itu pun tidak cair langsung 100 persen, melainkan secara bertahap hingga Desember 2005."Kini sudah ada 1.500 dari sekitar 12 ribu desa yang sudah dapat mencairkan dana bantuan pembangunan infrastruktur dari dana kompensasi BBM," kata Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf.Kabar itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Ipul ini sebelum menutup pameran foto bertema "Realitas Daerah Tertinggal" di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (28/9/2005)."Untuk proses pencairannya, bertahap hingga Desember. Tahap pertama dan kedua masing-masing sebesar 40 persen. Tahap ketiga sebesar 20 persen. Sebagian telah mencairkan anggaran yang 40 persen. Desa ini tersebar di Pulau Jawa dan luar Jawa," katanya.Bantuan sekitar Rp 250 juta per desa ini, ditegaskan Gus Ipul, hanya untuk pembangunan fisik. "Jadi, tidak boleh digunakan untuk pembangunan lainnya, apalagi dikorupsi," ujar Gus Ipul mewanti-wanti.Sedangkan desa tertinggal lainnya, lanjut dia, masih menyusun anggaran biaya pembangunan. Penyusunan di tiap desa itu melalui ajang permusyawaratan desa, yang kemudian diajukan kepada perbendaharaan daerah.Menurut Gus Ipul, dari 68 ribu desa di seluruh Indonesia, hanya 12 ribu desa yang mendapat dana kompensasi BBM untuk pembangunan infrastruktur.Kendala yang dihadapi desa selama ini, menurut dia, karena minimnya pengalaman desa dalam menerima bantuan dari pemerintah. Hal ini berbeda dengan desa-desa yang pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini