SBY: Demo Tolak BBM Jangan Merusak Atau pun Bakar-Bakaran

SBY: Demo Tolak BBM Jangan Merusak Atau pun Bakar-Bakaran

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2005 16:17 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersilakan mahasiswa dan organisasi lainnya untuk berunjuk rasa menentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Namun SBY meminta aksi dilakukan secara damai dan tidak anarkis. "Mahasiswa turun jalan, gerakan moral kita pahami. Silakan unjuk rasa. Silakan gelar spanduk. Tapi tidak harus duduki ini, merusak itu, atau bakar-bakaran, " kata SBY saat membuka pertemuan pemerintah dengan Forum Rektor di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (28/9/2005).Agenda pertemuan pemerintah dengan Forum Rektor yakni sosialisasi rencana kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pada 1 Oktober 2005. Pertemuan itu diikuti puluhan rektor dari perguruan tinggi negeri (PTN)dan swasta se-Indonesia. Sejumlah anggota kabinet SBY seperti Menko Perekonomian Abu Rizal Bakrie, Mendagri M Ma'ruf, Menko Kesra Alwi Shihab, Kepala Bappenas Sri Mulyani, Kapolri Jenderal Sutanto dan Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto ikut menghadiri acara itu. SBY menjelaskan, pemerintah sepenuhnya menyadari setiap kebijakan yang diambil pasti akan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Pemerintah menghormati setiap pandangan dari ekonom, politisi, maupun pengamat yang menentang rencana pengurangan subsidi BBM. Namun SBY berharap pihak yang menentang kenaikan harga BBM memberikan penjelasan secara rinci mengenai alasan penolakannya. "Please jelaskan kepada rakyat mengapa tidak setujunya. Itu namanya pendidikan politik yang baik," kata SBY.Pada kesempatan itu, SBY juga meminta bantuan perguruna tinggi untuk aktif memantau realisasi program kompensasi kenaikan harga BBM. Dengan partisipasi perguruan tinggi diharapkan subsidi yang disalurkan secara langsung maupun tak langsung bisa tepat sasaran. (iy/)


Berita Terkait