Gus Ipul: Satu Guru Satu Ilmu, Jangan Saling Ganggu
Rabu, 28 Sep 2005 16:20 WIB
Jakarta -
Satu guru satu ilmu, jangan ganggu. Inilah pesan yang keluar dari bibir Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kubu Alwi Shihab, Saifullah Yusuf. Pesan ini pastinya ditujukan kepada para kader PKB non-Alwi."Kita satu ilmu satu guru, jangan saling mengganggu. Ini proses yang sudah diterima. Jadi sesama kader partai harus bisa saling menghormati dan menghargai," kata pria yang biasa disapa Gus Ipul ini.Pernyataan itu dilontarkan Gus Ipul sebelum menutup pameran foto bertema "Realitas Daerah Tertinggal", di Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (28/9/2005).Gus Ipul pun akhirnya meminta kepada pihak yang tidak setuju muktamar PKB Alwi untuk bersikap bijaksana dan demokratis. Dia juga berpesan agar kader PKB non-Alwi dapat menghargai proses yang sedang berlangsung."Muktamar yang akan diselenggarakan di Surabaya itu semata-mata untuk mencari kebenaran dan keadilan. Agar di masa mendatang hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi," pesan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal ini.Jadi, lanjut Gus Ipul, dalam muktamar mendatang, tidak ada niat sama sekali untuk mendirikan partai baru, apalagi niat merusak partai.Gus Ipul pun memperkuat pernyataaan Alwi, untuk keperluan pemberitahuan gelaran muktamar, pihak panitia sudah melayangkan surat kepada Mabes Polri. "Surat pemberitahuan kita layangkan. Pada prinsipnya 1-2 Oktober masih tetap akan dilangsungkan muktamar," tandas Gus Ipul.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































