"Prabowo mencoba bikin pembenaran soal gaya marah-marah," ujar jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/4/2019).
Menurut Ace, Prabowo telah memberi contoh yang salah soal mendidik anak dan dunia militer dengan menyebut marah-marah sebagai edukasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Ace, sangat berbahaya kalau seorang pemimpin tidak mampu mengendalikan emosinya dan melampiaskan emosinya dengan merusak atau melakukan kekerasan kepada orang lain.
"Siapa pun yang pernah mengenal Prabowo dari dekat juga pernah merasakan dan mengalami kemarahan Prabowo. Bahkan ada testimoni kemarahan itu dilampiaskan dengan merusak barang-barang sekitar. Bayangkan ada pemimpin yang memegang otoritas tidak mengendalikan emosinya," tuturnya.
Ace pun menyebut Prabowo tengah menutup karakter personalnya yang tidak mampu mengendalikan emosi dengan menyebut aksi marah-marah sebagai edukasi.
"Lagi pula, bagi anak-anak muda sekarang ini, edukasi dengan marah-marah justru itu pola jadul, out of date, katanya kurang piknik," imbuhnya.
Sebelumnya, Prabowo berpendapat marah itu diperlukan. Dia minta tidak dipersoalkan jika terkadang marah-marah.
Dia lalu menjelaskan sikapnya. Menurutnya, kemarahan kadang perlu ditunjukkan seorang pemimpin.
"Kadang-kadang pemimpin, guru, bapak harus marah," ucapnya. (nvl/elz)










































