BBM Naik, 5.033 Polisi Disebar di 14 Titik Rawan DKI
Rabu, 28 Sep 2005 15:45 WIB
Jakarta - Polda akan mengerahkan 5.033 personel untuk pengamanan kenaikan harga BBM di 14 titik rawan di DKI Jakarta. Istana Merdeka mendapat porsi terbesar, yakni 1.186 personel.Demikian disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/9/2005).Ada pun 14 titik yang akan diawasi secara ketat adalah Istana Merdeka akan ditempatkan 1.186 personel, UKI 270 personel, Bundaran Hotel Indonesia 173 personel, DPR 374 personel, DPP Golkar 110 personel, DPD Golkar 88 personel.Selanjutnya UIN Ciputat ditempatkan 263 personel, Masjid Istiqlal 120 personel, Pertamina Plumpang 440 personel, Istana Wapres 140 personel, rumah Wapres 51 personel, Tugu Tani 48 personel, Semanggi 195 personel, dan cadangan di Polda 565 personel.Selain itu juga disiapkan pasukan di bawah kendali operasi (BKO) Brimob on call di kesatuan sebanyak 500 personel, stand bay di Monas 300 personel, stand by di DPR 200 personel, Trantis 2 unit sebanyak 10 orang."Mereka dikerahkan dari kesatuan Samapta, Intelkam, Reskrim, Lantas, Obvit, Narkoba, Brimob, dan lainnya. SPBU juga akan dilakukan penjagaan," urai Kapolda.Kapolda menjelaskan langkah yang diambil kepolisian pada prinsipnya adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat umum maupun peserta aksi. "Metode kita tidak melawan atau melayani demonstrasi, tapi memberikan fasilitas," ujarnya.Menyangkut penempatan personel, saat ini pihak Polda sudah menempatkan di sejumlah titik rawan karena aksi awal sudah muncul. Diharapkan seluruh kekuatan akan efektif Kamis besok. "Pengamanan kami di lapangan juga dilengkapi dengan pemadam kebakaran dan tim kesehatan," tegasnya.Ancaman yang mungkin terjadi, menurut Kapolda, bisa berbagai macam. Ancaman paling ringan berupa penyampaian aspirasi. Kemudian munculnya kemacetan arus lalu lintas, penyanderaan tangki BBM dan SPBU, peyanderaan para pejabat dan paling parah adalah tindakan anarkis, seperti perusakan dan pembakaran.Polisi akan menyiapkan kekuatannya hingga suhu politik di Jakarta mereda pada saat bulan puasa. Ketika disinggung soal pengamanan di kantor Golkar, menurutnya, sudah sesuai dengan pantauan intelijen. "Kita memberikan fasilitas sesuai pantauan intelijen," ujar Kapolda.
(san/)











































