Peristiwa itu terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Alun-Alun Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (12/04/19) pagi. Sejumlah personel Polsek Wonomulyo tampak sibuk seperti merazia para tukang becak yang melintas.
Kondisi ini membuat banyak pengayuh becak yang terlihat ketakutan, lantaran tidak mengetahui penyebab sehingga dihentikan Polisi. Tidak sedikit pengayuh becak yang memilih mencari jalan lain untuk menghindari polisi yang berdiri di pinggir jalan.
Namun, kebingungan itu berubah menjadi senyum. Para tukang becak yang 'terjaring razia' itu dikumpulkan polisi. Mereka lalu mendapat hadiah baju baru dari Kapolres Polewali Mandar AKBP Muh Rifai.
Bahkan beberapa tukang becak yang sebelumnya terlihat menghindar, justru berbalik. Mereka beramai-ramai datang untuk mendapat hadiah yang sama.
"Saya juga mau, Pak, tadi saya pikir ada apa makanya sempat takut, rupanya kita akan dikasih hadiah, lumayan bajunya bisa dipakai buat lebaran nanti," kata salah seorang pengayuh becak, Kaco.
Sementara itu, Kapolres Polewali Mandar kegiatan ini sebagai upaya menjalin silaturahmi antara polisi dengan seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali para pengayuh becak.
"Sebenarnya ini kegiatan silaturahmi kami, ini kegiatan rutin sebenarnya setiap Jumat pagi kita lakukan, alhamdulllah pagi ini bersama saudara kita yang profesinya sebagai tukang becak, ini juga sebagai upaya untuk menciptakan situasi yang kondusif," kata Rifai.
Rifai juga membagikan nomor handphone miliknya kepada pengayuh becak. Mereka diharapkan mudah berkomunikasi jika membutuhkan bantuan kepolisian.
"Jadi teman-teman ini apa sudah ada yang punya nomor handphone saya, kalau belum ada yang punya sini saya kasih, kitakan sudah berkeluarga, jadi siapa saja bisa menguhubungi saja, apalagi jika ada yang perlu bantuan polisi jangan takut untuk menelpon," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga berharap teman-teman semua bisa membantu polisi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman apalagi jelang pelaksanaan pemilihan umum yang tinggal beberapa hari lagi," ujarnya. (idh/idh)











































