DetikNews
Jumat 12 April 2019, 09:55 WIB

Polisi: Pelaku Kejahatan WNA di Bali Terbanyak dari Rusia dan Bulgaria

Aditya Mardiastuti - detikNews
Polisi: Pelaku Kejahatan WNA di Bali Terbanyak dari Rusia dan Bulgaria Konpers Polda Bali tangkap 9 WN Bulgaria pelaku skimming (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Polisi meminta pihak Imigrasi untuk memperketat pengawasan terhadap turis asing yang masuk ke Bali, khususnya dari negara Rusia dan Bulgaria. Sebab, berdasarkan data yang dihimpun polisi, warga negara asing (WNA) dari kedua negara tersebut terbanyak melakukan kejahatan di Pulau Dewata.

"Kami minta memperketat pengawasan Imigrasi. Saya melihat jaringan ini memilih Bali sasaran empuknya untuk menguras harta-harta dari nasabahnya sehingga kita akan memperketat jaringan-jaringan terutama Bulgary dan Rusia. Karena pelaku paling banyak datanya skimming dan perampokan, Bulgaria dan Rusia," kata Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan saat jumpa pers di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Jumat (12/4/2019).



Untuk kasus skimming, para WNA asal Bulgaria ini beberapa terpantau ada yang sudah pernah bolak-balik datang ke Bali. Menurut Andi, mereka memang sengaja menjadikan Bali sebagai lahan untuk menguras harta para korbannya.

"Sudah ada yang 2 bulan (tinggal di Bali), 3 bulan sesuai paspor yang kita amankan dan ada yang berulang-ulang habis datang lagi, kuras. Rata-rata mereka ini setelah banyak ada di bawa pulang ada juga yg digunakan happy-happy aja di sini, setiap hari bisa ambil Rp 2-3 juta. Jadi memang mereka datang ke sini untuk wisata tapi sekalian untuk melakukan kejahatan skimming," sesalnya.



Andi mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk menindak tegas para WNA pelaku kejahatan untuk memberi efek jera. Sebab, ulah para WNA pelaku skimming maupun perampokan ini telah mencoreng pariwisata Bali.

"Ke depan untuk memberi efek jera saya menyampaikan ke anggota untuk tegas bahkan kalau perlu kita lumpuhkan supaya mereka tidak menjadikan Bali ini tempat melakukan kejahatan," tuturnya.

Selama Operasi Sikat Agung 2019 ini polisi telah mengungkap 53 kasus pencurian dengan pemberatan dengan 56 tersangka, 3 kasus pencurian kekerasan dengan 5 tersangka, dan 14 pencurian kendaraan bermotor dengan 13 tersangka. Kegiatan Sikat Agung ini digelar selama 27 Maret-11 April 2019.


Tonton juga video Berbuat Asusila, 4 WNA Afganistan Diamankan Imigrasi Pekanbaru:

[Gambas:Video 20detik]


(ams/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed