"Kita kumpulkan seluruh tim advokasi BPN Prabowo-Sandi di seluruh Indonesia pada malam hari ini untuk mengadakan rapat koordinasi nasional dalam rangka kita melakukan konsolidasi dan strategi-strategi untuk melakukan pengamanan agar pemilu legislatif dan pilpres dapat berlangsung secara bersih, jujur, dan adil," kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).
Konsolidasi ini dihadiri 350 perwakilan unsur advokat BPN dari Jakarta maupun daerah. Dasco menjelaskan konsolidasi ini juga untuk mengantisipasi kecurangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dasco menilai penyelenggaraan pemilu sudah baik, mulai logistik hingga pendistribusian. Namun Dasco mengantisipasi adanya oknum yang melakukan kecurangan seperti di luar negeri.
"Itu yang kemudian kita harus antisipasi. Kita dalam 1-2 hari ini akan berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk mengantisipasi agar hal-hal ini bisa dicegah dan tidak terulang," ucapnya.
Lebih lanjut Dasco meminta KPU bersama Bawaslu melakukan pengawasan yang lebih intens, terutama soal distribusi logistik pemilu. Menurut Dasco, logistik pemilu di luar negeri terdistribusi kepada yang tidak berhak.
"(Antisipasi BPN) kita kan selain ada masing-masing saksi, kita juga ada kirim pengawas, dan juga tentunya ada tim advokasi yang sudah standby di sana," tutur Dasco.
Acara konsolidasi ini juga dihadiri Wakil Ketua BPN Ahmad Muzani dan Priyo Budi Santoso serta Direktur Satgas BPN Toto Utomo Budi Santoso. (zap/nvl)










































