Bawaslu Cek Surat Suara Tercoblos di Malaysia Pemilihan Lewat Pos

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 11 Apr 2019 20:46 WIB
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Bawaslu akan mengecek surat suara tercoblos di Malaysia, yang diduga merupakan surat suara khusus pemilihan lewat pos. Pemungutan suara lewat pos lebih dulu digelar dibanding pemungutan suara di TPS di luar negeri.

"Teman-teman (Panwaslu Kuala Lumpur) dalam proses mengawasi Kotak Suara Keliling (KSK) muter atau semacam patroli pengawasan keliling dan ketemulah itu. Diduga itu surat suara dialokasikan untuk pemilihan lewat pos. Ini yang akan diinvestigasi lebih lanjut oleh Bawaslu bersama KPU," ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin dalam jumpa pers di gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019). Afif menceritakan kronologi temuan surat suara tercoblos.

Khusus untuk pemilihan luar negeri, ada tiga metode pemilihan, yakni pemungutan suara di TPS, pemilihan lewat pos, dan Kotak Suara Keliling (KSK). Pemilihan lewat pos dan KSK digelar lebih dulu. Sementara itu, pemungutan suara di TPS untuk wilayah Malaysia baru digelar pada 14 April mendatang.






Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana sebelumnya menerima aduan soal penemuan surat suara tercoblos. Ada dua lokasi temuan surat suara tercoblos. Lokasi pertama Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selangor.

Di lokasi ini ditemukan surat suara dalam bag diplomatik, kantong plastik hitam, dan 5 karung goni dengan tulisan Pos Malaysia. Sejumlah surat suara pilpres tercoblos untuk paslon nomor urut 01, sedangkan surat suara pileg tercoblos untuk caleg NasDem DPR nomor urut 3.

Sedangkan lokasi kedua adalah kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor. Ketua Panwaslu Kuala Lumpur menyebut waktu tempuh antara lokasi pertama dengan lokasi kedua sekitar 15 menit.

Di lokasi ini ditemukan 158 karung berisi surat suara. Beberapa surat suara pilpres tercoblos untuk paslon nomor urut 01.





Sedangkan beberapa surat suara pileg tercoblos untuk caleg DKI Dapil II dari NasDem nomor urut 2 dan beberapa tercoblos untuk caleg Demokrat nomor urut 3.

Atas temuan ini, Bawaslu dan KPU akan terbang ke Malaysia, Jumat (12/4), untuk melakukan penyelidikan langsung.

"Surat suara disimpannya di mana? Apa memang surat suara tersebut benar-benar dicetak KPU, siapa melakukan, dan lain-lain. Ini yang kami pastikan lagi dalam bentuk klarifikasi pemeriksaan investigasi atas kejadian yang tadi terjadi," papar Afif. (fdn/tor)