"Salah satu program yang bisa ibu-ibu terapkan di Posyandu masing-masing misalnya program cuci tangan enam langkah pakai sabun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/4/2019).
Menurut Riri, gerakan cuci tangan yang benar tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, tangan merupakan organ tubuh yang sangat berpotensi besar terkena kuman. Menurutnya, melakukan cuci tangan dengan benar sesering mungkin sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun enam langkah cuci tangan yang benar tersebut yakni pertama, membasahi tangan dengan air mengalir kemudian isi dengan sabun. Kedua, menggosok kedua telapak tangan berikut menggosok punggung tangan kanan dan kiri. Ketiga, menggosok sela jari. Keempat, mengunci kedua tangan. Kelima, menggosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian dan yang keenam, memutar kedua jari tangan kanan secara memutar baik jari tangan kanan dan kirim, lalu bilas kembali dengan air mengalir dan keringkan.
Ia berharap, pengetahuan yang didapat dari pelatihan pencegahan stunting tersebut dapat diterapkan dan disosialisasikan kembali kepada masyarakat. Ia juga mengajak peserta pelatihan untuk turut menggerakkan program cuci tangan yang benar, yang dikenal dengan cuci tangan enam langkah.
Sebelum melakukan sosialisasi pencegahan stunting, Riri Sandjojo bersama Pengurus OASE Kabinet Kerja Bidang II lainnya yakni Koesni Harningsih Moeldoko dan Bintang Puspayoga didampingi Bunda PAUD Kabupaten Bone, Kurniaty Fahsar yang juga merupakan istri dari Bupati Bone, melakukan kunjungan di PAUD Aqilah Watampone. Di PAUD tersebut, mereka mengajarkan anak-anak cara mencuci tangan yang benar. Selain itu, mereka juga meninjau pelaksanaan IVA Test di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Pancaitana Kabupaten Bone.
Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini. (prf/idr)











































