Ratusan Kru PPD Demo Jamsostek
Rabu, 28 Sep 2005 14:07 WIB
Jakarta - Sekitar 200 karyawan Perum PPD melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Jamsostek. Mereka menuntut kejelasan direksi Jamsostek terkait dengan kartu jaminan kesehatan bagi karyawan.Menurut seorang sopir PPD, Daryono (50), aksi demonstrasi ini dilakukan karena ada karyawan yang berobat di rumah sakit yang telah ditunjuk dengan menggunakna kartu Jamsostek, namun ternyata ditolak karena kartunya tidak berlaku.Para kru bus PPD ini mendatangi kantor Jamsostek, JL Gatot Soebroto, Rabu (28/9/2005) dengan menggunakan 30 bus. Aksi dimulai pada pukul 08.30 WIB. Namun hingga pukul 14.30 WIB aksi masih terus berlangsung.Turut bergabung dalam aksi di depan kantor PPD ini adalah massa dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), serta Serikat Pekerja Securicor.Saat ini perwakilan pengunjuk rasa yang berjumlah lima orang sedang mengadakan pertemuan dengan pimpinan Jamsostek. Kelima wakil pengunjuk rasa itu adalah Zainal dan Robinson Hasibuan dari Perum PPD, Mochtar Pakpahan dari SBSI, Eggi Sudjana dari PPMI, dan Dedy Toy Suta dari SP Securicor.Sementara pimpinan Jamsostek yang menemui para pengunjuk rasa adalah Direktur Perencanaan Pengembangan dan Informasi Acep Jaya Prawita, Kabiro Hukum Budi Pranowo, dan Kepala Divisi Investasi Herdi Trisanto. Dirut Jamsostek Iwan Pontjo Winoto tidak bisa menemui pengunjuk rasa karena sedang berada di Laos.Selain menuntut kejelasan kartu Jamsostek, para pengunjuk rasa juga meminta kejelasan pembayaran gaji mereka selama tiga bulan. Jumlah gaji karyawan PPD yang belum dibayarkan mencapai Rp 24,879 miliar yang terdiri dari Rp 19,903 miliar dan tunjangan keagamaan Rp 4,879 miliar. Peserta aksi juga menuntut pergantian nama PT Jamsostek menjadi Badan Wali Amanah yang terdiri dari buruh, pengusaha, dan pemerintah.
(san/)











































