Korban Stigma PKI
Manula Serbu Istana Merdeka
Rabu, 28 Sep 2005 13:56 WIB
Jakarta - Turun ke jalan, bukan cuma dunia kaum muda. Para manusia usia lanjut (manula) sudah gerah di panti jompo, dan akhirnya ikutan turun ke jalan untuk beraksi. Istana Merdeka pun jadi sasaran.Aksi yang digelar sekitar 100 manula yang menamakan dirinya Serikat Bersama ini digelar di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Rabu (28/9/2005). Aksi ini dikoordinasikan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).Bukan soal penolakan kenaikan harga BBM yang disuarakan mereka, tapi menuntut pembersihan nama baik para korban pascatragedi PKI tahun 1965.Para manula yang berdemo ini merupakan korban pemerintah pascatragedi G30S/PKI tahun 1965 alias korban stigma PKI. Dalam tuntutannya, para manula yang bermarkas di Cipinang, Jakarta Timur ini meminta pembersihan nama baik pascatragedi PKI tahun 1965.Aksi yang berlangsung tanpa perlawanan ini diwarnai nyanyian lagu-lagu wajib kebangsaan. Lagu yang sempat disenandungkan antara lain Indonesia Raya, Dari Sabang Sampai Merauke, Halo-halo Bandung, dan Maju Tak Gentar.Para kakek dan nenek ini juga membentangkan spanduk dan poster yang isinya mendesak pemerintah mengungkap sejarah ketidakadilan mantan Presiden Soeharto. Spanduk dan poster itu antara lain bertuliskan "Adili Soeharto", "Luruskan Sejarah", dan "Orde Baru Sama Dengan Orde Maling".
(ism/)











































