Pertamina Akui Sengaja Kendalikan Suplai Solar di Bali
Rabu, 28 Sep 2005 13:08 WIB
Denpasar - Kelangkaan solar menimpa sejumlah kabupaten dan kota di Bali. Pertamina mengakui sengaja mengendalikan suplai solar untuk menghindari terjadinya penimbunan menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)."Kekurangan solar karena ada pengendalian. Ini dilakukan agar jangan sampai ada upaya penimbunan dan pengalihan fungsi," kata Pjs Humas Pertamina Cabang Denpasar Pamuji Harjo saat ditemui di kantornya, Jalan Sugianyar, Denpasar, Rabu (28/9/2005).Pamuji membantah kelangkaan itu menunjukkan stok solar di Pertamina kurang. Stok solar, katanya, masih ada 37 ribu kilo liter. Dengan jumlah itu, stok solar di Bali masih bisa bertahan hingga dua minggu ke depan.Menurut Pamudji, terkait pengendalian itu, jatah solar untuk SPBU yang biasanya 8 ton per hari diubah menjadi 8 ton untuk 2-3 hari. Pembatasan itu, katanya, masih sesuai kebutuhan riil masyarakat.Pertamina minta masyarakat tidak panik dengan tidak melakukan pemborongan BBM. "Kita berharap membeli BBM seperti biasa. Kalau panik, maka kebutuhan akan berlipat sehingga mengganggu persediaan," katanya.Apakah sudah ada indikasi penimbunan sehingga melakukan pengendalian? "Kita belum menemukan indikasi. Mungkin saja ada penimbunan. Pengendalian ini dilakukan karena kita tak mau disalahkan karena diduga tak melakukan kontrol terbaik," jawab Pamudji.Meski belum bisa memastikan ada tidaknya penimbunan, Pamudji mengaku menemukan keanehan di salah satu SPBU di Kintamani. "Solar di sana cepat habis. Saya tak mengerti kenapa cepat habis. Kita kirim kemarin malam, pagi tadi mengaku sudah habis," tutur Pamudji.
(iy/)











































