DetikNews
Kamis 11 April 2019, 14:54 WIB

BPN Jawab Ganjar Pranowo: Keliru Tuduh Prabowo Drama

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
BPN Jawab Ganjar Pranowo: Keliru Tuduh Prabowo Drama Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso. (Amir Baihaqi/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyebut sang capres 'drama' karena tak diizinkan berkampanye di Semarang. BPN menjelaskan izin kampanye yang dipersulit tidak hanya terjadi di Semarang, tapi juga di daerah lain, seperti di Pakansari, Bogor.

"Saya nggak tahu apa ini memang terdesain atau hanya accident lokal. Masih perlu waktu untuk membangun demokrasi yang lebih baik," kata Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).


Bagi Priyo, larangan kampanye Prabowo di Semarang justru membawa berkah tersendiri. Sebab, katanya, Prabowo, yang akhirnya berkampanye di Solo, justru mendapatkan sambutan luar biasa di kampung halaman capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

"Kehadiran Pak Prabowo dielu-elukan massa yang tumpah ruah di jalan-jalan protokol dan memenuhi setiap sudut Stadion Sriwedari. Angin perubahan sedang terjadi. Di Solo, pusat gravity, di kampung halaman Pak Jokowi ini, justru menjadi saksi alam derasnya embusan angin perubahan itu," tutur Priyo.

Terkait larangan penggunaan Simpang Lima sebagai lokasi kampanye, Priyo mempertanyakan mengapa baru di pemilu kali ini lokasi tersebut dipermasalahkan.

"Simpang Lima atau Stadion Jatidiri yang pada pemilu-pemilu sebelumnya tidak pernah bermasalah, kenapa harus dipermasalahkan?" tanyanya.

[Gambas:Video 20detik]



"Ratusan ribu massa rakyat ingin bertemu dan rindu pada pemimpinnya. Asalkan tertib, sopan, tidak merusak, biarkanlah rakyat secara gembira mempraktikkan demokrasi di Simpang Lima, Jatidiri, atau GOR-GOR lain yang besar," imbuh Priyo.

Karena itu, menurut Priyo, keliru jika Ganjar menyebut Prabowo 'drama'. Politikus Partai Berkarya ini menilai ada kehendak yang mempersulit kampanye capres yang diusungnya itu.

"Jadi, keliru kalau menuduh Pak Prabowo drama. Yang terjadi adalah adanya kehendak yang mempersulit kehadiran Pak Prabowo dalam menyapa rakyatnya," ungkapnya.


Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menganggap Prabowo Subianto, yang menyebut dilarang berkampanye di Lapangan Simpang Lima, provokatif dan drama.

"Ini provokatif, ada berita Gubernur Jateng tidak mengizinkan," kata Ganjar di Semarang, Kamis (11/4).

Ganjar menjelaskan aturan soal larangan berkampanye di Lapangan Pancasila Semarang bukan wewenang gubernur, melainkan Wali Kota Semarang, dalam hal ini Hendrar Prihadi. Ganjar sudah menghubungi Hendi untuk memastikan Simpang Lima memang tidak masuk daftar KPU sebagai lokasi kampanye.

Ketentuan KPU yang dimaksud Ganjar adalah Keputusan KPU Kota Semarang Nomor 43/pl.02.4-kpt/3374/kpu.kot/III/2019. Dengan aturan itu, maka Ganjar menganggap pernyataan Prabowo bak drama karena capres Jokowi-Ma'ruf pun tidak boleh berkampanye di Simpang Lima.

"Drama selalu ada. Ngono thok (gitu aja). Lho itu Pak Jokowi juga tidak boleh di situ," tegas Ganjar.


Simak Juga "Dukung Jokowi ala Ganjar: Rela Cuti Hingga Dipanggil Bawaslu":

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed