detikNews
Kamis 11 April 2019, 13:30 WIB

Poyuono ke TKN: Dari Awal Saya Bilang Bowo Disuruh Menteri, Siapa yang Hoax?

Tim detikcom - detikNews
Poyuono ke TKN: Dari Awal Saya Bilang Bowo Disuruh Menteri, Siapa yang Hoax? Arief Poyuono (dok. Pribadi)
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Jakarta - Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono sempat melempar isu bahwa amplop bercap jempol dalam kasus dugaan suap Bowo Sidik Pangarso diperintahkan menteri. Pengacara Bowo Sidik, Saut Edward Rajagukguk, mengatakan sumber uang Rp 8 miliar itu berasal dari salah satu menteri di Kabinet Kerja saat ini. Apa kata Poyuono?

"La kan dari awal udah saya katakan kalau Mas Bowo Pangarso itu hanyalah disuruh sama menteri," sebut Poyuono kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).


Poyuono menyebut dirinya difitnah karena sempat melempar isu menteri di kasus Bowo Sidik. Dia menduga amplop itu tak hanya untuk 'serangan fajar' pileg.

"Nah, siapa yang tukang hoax, saya apa TKN yang coba ngeles dalam kasus amplop putih cap jempol," katanya.

Lalu, dari mana Poyuono mendapat informasi soal isu kemungkinan ada menteri yang terlibat dalam kasus Bowo Sidik? "Dari malaikat Allah. Makanya TKN jangan suka memfitnah saya kalau saya ini nyebar isu," sebut dia.


Sebelumnya diberitakan, Saut Edward menyebut duit Rp 8 miliar dalam amplop yang disita KPK diduga berasal dari menteri. Duit dalam 400 ribu amplop yang disimpan di puluhan kardus itu juga disita terkait OTT suap sewa kapal distribusi pupuk dengan tersangka Bowo Sidik.

"Sumber uang yang memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop tersebut dari salah satu menteri yang sekarang lagi menteri di kabinet ini," ujar Saut Edward kepada wartawan di gedung KPK.

KPK menegaskan akan menindaklanjuti setiap informasi bila disampaikan kepada penyidik dalam pemeriksaan.

"Kalau memang ada informasi, disampaikan saja ke penyidik. Tapi tentu KPK tidak bisa mempublikasikan sekarang isi berita acara itu apa. Itu kan teknis sekali dalam penyidikan. Nanti di sidang paling mungkin kami sampaikan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.


Bowo ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat seorang bernama Indung. KPK juga telah menetapkan Asty dan Indung menjadi tersangka.

Asty diduga memberi Bowo duit Rp 1,5 miliar lewat 6 kali pemberian serta Rp 89,4 juta yang diberikan Asty kepada Bowo lewat Indung saat operasi tangkap tangan terjadi. Selain itu, KPK menduga Bowo menerima duit Rp 6,5 miliar dari pihak lain.

Nah, duit Rp 1,5 miliar dan Rp 6,5 miliar itulah yang disebut KPK berada dalam 400 ribu amplop di kardus-kardus itu. Amplop yang berisi duit pecahan Rp 20 ribu atau Rp 50 ribu itu diduga untuk serangan pemilu legislatif.


Saksikan juga video 'Pengacara Bowo Sebut Uang Rp 8 Miliar dari Menteri':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/fjp)
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com