Antre BBM Juga Terjadi di Ambon
Rabu, 28 Sep 2005 12:46 WIB
Ambon - Antrean panjang pembeli BBM juga terjadi di Kota Ambon. Antrean mencapai 1 KM. Sementara demo menolak kenaikan harga BBM juga marak. Antrean panjang ini tampak di dua SPBU, yaitu SPBU Belakang Kota di Jl. Slamet Riyadi dan SPBU Galala di Jl. Raya Galala hingga Rabu (28/9/2005). Antrean panjang ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Dan saat ini, antrean mencapai 1 kilo meter. Kepada detikcom, pengawas SPBU Belakang kota, Ahmad menuturkan, antrean biasanya terjadi sejak pukul 06.00 hingga pukul 00.00 WIT. "Itu sudah sejak hari Minggu lalu. Kami terpaksa bekerja hingga jam 12 malam," ujar Ahmad.Diungkapkan dia, sebenarnya stok BBM di SPBU-nya masih mencukupi kebutuhan kendaraan di kota Ambon. "Stok banyak. Hanya saja, ada kekhawatiran pemilik kendaraan jangan-jangan BBM habis," ujar Ahmad.Akibat antrean panjang, mobil tangki milik SPBU Belakang Kota harus bolak-balik empat kali sehari. "Biasanya hanya dua kali, tapi sejak tiga hari lalu harus empat kali bolak-balik. Satu tangki mobil memuat 5 ton minyak atau 20 ribu liter. Jadi sehari sebanyak 40 ribu liter minyak harus kami sediakan," kata Ahmad. Hingga kini pihaknya tidak menerapkan jatah yang harus terisi di setiap kendaraan, karena stok yang masih mencukupi kebutuhan. "Kami belum terapkan itu. Stok masih banyak," kata Ahmad sambil mengawasi 12 operator di SPBU tersebut.Tersedianya BBM di Maluku juga dibenarkan Kepala Pertamina Cabang Ambon, Ageng Griyono. "Ambon memiliki terminal transit Wayame dan stok BBM untuk keperluan 20 hari ke depan masih mencukupi," ujarnya kepada detikcom.Hal yang sama terjadi di perwakilan Pertamina di tujuh Kabupaten di Maluku. "Kami memiliki delapan kapal tanker yang siap mendistribusikan BBM ke daerah-daerah di Maluku," kata dia.Menyikapi antrean panjang yang terjadi sejak tiga hari lalu, Griyono mengatakan, hal itu masih dalam batas kewajaran. "Memang sejak hari Minggu ada peningkatan kebutuhan masyarakat. Jadi saya kira itu wajar terajdi antrean," tandasnya.Dilain sisi, harga minyak tanah di beberapa pengecer di pulau Ambon mulai naik. Harga bervariasi dari Rp 1.300 hingga Rp 1.600 per liter. Mahasiswa Demo GubernurSementara itu demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM digelar di Kantor Gubernur Maluku. "Atas nama rakyat Maluku, kami menolak rencana kenaikan BBM yang menyengsarakan rakyat," ujar salah satu pendemo saat berorasi.Berbagai spanduk dan poster bertuliskan penolakan BBM dipajang di halaman kantor Gubernur Maluku. "Naiknya BBM sama dengan membunuh rakyat" dan "Pemerintah tak punya nurani". Para pendemo memaksa Gubernur Maluku segera keluar menemui mereka dan menjelaskan secara transparan maksud kenaikan BBM itu. Selang setengah jam kemudian, Gubernur akhirnya menemui Pendemo. "Rencana kenaikan BBM ini disebabkan beban anggaran yang tinggi dan pada akhirnya memberikan dampak defisitnya APBN," ujar Gubernur. Menurut dia, untuk wilayah Maluku, stok BBM masih tersedia. "Jadi jangan dikhawatirkan, stok BBM di Maluku masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Hanya saja kita perlu awasi jangan sampai terjadi spekulan," kata Gubernur.Gubernur juga mengajak para mahasiswa untuk mengawasi di lapangan agar tidak terjadi penimbunan BBM. Gubernur juga merencanakan akan menurunkan tim pemantau harga BBM termasuk harga sembako. "Jika ada spekulan dan harga-harga sembako naik, kami akan ambil langkah hukum," janji Gubernur.
(asy/)











































