DetikNews
2019/04/11 05:54:26 WIB

Round-Up

Penak Ra Penak Zaman Pak Harto

Tim Detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Penak Ra Penak Zaman Pak Harto Foto: Titiek Soeharto. (Lamhot aritonang/detikcom).
Jakarta - Politikus Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menyinggung soal kenyamanan kepemimpinan sang ayah, Soeharto, di kampanye Prabowo Subianto. Pernyataan Titiek itu dijawab Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang menyebut zaman Soerharto ora penak (tidak enak).

Titiek menyinggung soal kepemimpinan ayahnya saat berorasi di kampanye Prabowo di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019). Awalnya, ia meminta warga Solo untuk memenangkan sang mantan suami.

"Kita semua siap memenangkan beliau kan. Apalagi warga Solo harus semangat," ujar Titiek.


Pembawa acara pun mengingatkan Titiek pendukung yang hadir di kampanye Prabowo itu bukan hanya dari warga Solo, tapi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Titiek pun lantas menyapa warga Jateng sambil menyinggung soal ayahnya.

"Jateng piye kabare? Penak zaman bapakku to? (Jateng bagaimana kabarnya. Enak zaman bapakku to)," kata Titiek.

Pernyataan Titiek tersebut dibalas oleh Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni. Pria yang akrab disapa Toni itu menyebut era Soeharto tidak enak.

"Ora penak blas (tidak enak sama sekali)," kata Toni.

Penak Ra Penak Zaman Pak HartoFoto: Raja Juli Antoni. (Ari Saputra/detikcom).

Sekjen PSI itu lalu mengungkit soal era Soeharto yang jauh dari kebebasan. Toni mengingatkan Titiek tak bisa berbicara leluasa seperti saat ini jika berada di era kepemimpinan ayahnya.

"Bu Titiek lupa, ia bisa bicara bebas seperti itu karena reformasi. Kalau lawan politik pada masa bapaknya pasti sudah hilang, diculik grup Mawar atau Melati," ungkap Toni.

Dia juga mengungkit soal fungsi pers di zaman Soeharto yang mengalami kesulitan sehingga informasi, termasuk soal kampanye, tak mudah tersampaikan kepada masyarakat. Toni menyebut, di era Soeharto, rival dari pemerintah tidak mendapat porsi yang sama dalam pemberitaan.

Menurut Toni, rakyat Indonesia merasa tidak nyaman hidup di era pemerintahan Soeharto, yang berkuasa selama 32 tahun. Ia juga menyinggung Prabowo, yang merupakan mantan menantu Soeharto.

"Rakyat Indonesia tidak akan lupa betapa tidak nyamannya kehidupan rakyat di bawah kepemimpinan bapaknya, kecuali para elite yang di sekitar Cendana, termasuk Prabowo, salah seorang capres hari ini," ucap Toni.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed