Jakarta Berstatus Siaga I

Jakarta Berstatus Siaga I

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2005 11:54 WIB
Jakarta - Mogok nasional menghantui Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pun turun tangan menetapkan status Jakarta siaga satu menjelang aksi 29 September."Ya, kita sudah menyiapkan semua kemungkinan yang terburuk," kata Sutiyoso saat ditanya apakah Jakarta ditetapkan berstatus siaga I terkait ancaman demo besar-besaran dan mogok. Sutiyoso menyatakan hal ini usai penandatanganan MoU Kerjasama PT Telkom dengan Badan Pengelola Transjakarta di Halte Busway Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2005).Sutiyoso mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) guna mengantisipasi aksi mogok nasional."Kita sudah siap sepanjang tidak anarkis, silakan demo. Ratusan TNI/Polri akan mengantisipasi dan ratusan kendaraan dari TNI/Polri akan kita pinjam," urai Sutiyoso.Ancaman mogok nasional disampaikan perwakilan dari Serikat Buruh Mandiri, Neneng Elias, saat berdialog dengan lima menteri di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2005) lalu.Sebanyak 16.000 buruh bakal turun ke jalan menyerbu Istana Merdeka, Kamis, 29 September, menyusul kenaikan harga BBM pada 1 Oktober mendatang.KKBDalam kesempatan yang sama, Gubernur Sutiyoso menjamin 103 ribu rakyat miskin bakal mengantongi Kartu Kompensasi BBM (KKB) sebelum 1 Oktober. "Kalau kompensasi nggak ada masalah di Jakarta. Saya jamin sebelum 1 Oktober sudah ada di tangan mereka yang berhak. RT/RW dan semua walikota sudah saya perintahkan jangan ada yang telat untuk mereka yang menerima bantuan tersebut," urai Sutiyoso.Namun demikian, menurut Sutiyoso, pemberian KKB bagi 4.000 KK yang tempat tinggalnya ilegal masih memerlukan waktu. "Tempat tinggal mereka kan mobile. Jadi jangan sampai ada duplikasi," ujar Sutiyoso. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads