DetikNews
Rabu 10 April 2019, 22:35 WIB

Sandi ke Milenial DKI: Mau Bebas Ujian Nasional Adik-adik? Tusuk 02

Muhammad Idris - detikNews
Sandi ke Milenial DKI: Mau Bebas Ujian Nasional Adik-adik? Tusuk 02 Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, berkomitmen bakal membenahi sistem pendidikan di Indonesia agar semakin berkualitas. Salah satu janji kampanyenya adalah menghapuskan ujian nasional alias UN, yang dianggap memberatkan siswa-siswi.

"Mau bebaskan ujian nasional, Adik-adik? Jawabannya, tusuk Prabowo-Sandi. Ingin sukses wirausaha? Tusuk Prabowo-Sandi tanggal 17 April nanti. Harga-harga terjangkau dan murah mau? Tusuk Prabowo-Sandi," tegas Sandiaga di depan ribuan milenial peserta Jakarta YES 2019 yang memenuhi tribun Istora Senayan, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Mantan Ketua Umum Hipmi ini menyebut sudah memiliki konsep perbaikan pendidikan yang selaras dengan kerangka peningkatan kualitas SDM mengantisipasi bonus demografi tahun 2030, seperti menjalin lebih banyak kolaborasi institusi pendidikan dengan dunia usaha.

"Pendidikan harus dengan sentuhan dunia usaha, harus link and match. Jadi harapannya, anak-anak muda punya kegiatan positif selain aktivitas olahraga dan wirausaha," terang Sandi.


Diungkapkannya, kelompok usia milenial, apalagi yang baru berusia kepala dua, harus jadi ujung tombak perubahan Indonesia yang lebih baik.

"Pertanyaannya, teman-teman mau tunggu perubahan itu terjadi? Mau jadi bagian dari perubahan? Mau jadi penonton saja atau pemain?" ucap Sandi yang melempar pertanyaan yang dijawab gemuruh peserta Jakarta YES 2019.

"Saya melihat nyala semangat di Istora ini. Jangan hanya jadi pelaut yang menunggu datangnya angin, tapi pelaut yang mau mendayung dan kembangkan layar," lanjut Sandi.

Di acara tersebut, Sandi sempat membeberkan ATM Beras yang jadi salah satu inovasi anak-anak muda di Indonesia. Pengoperasian mesin sembako otomatis itu hanya cukup memerlukan e-KTP yang sudah berbasiskan Single Identity Number (SIN).


"e-KTP bukti anak bangsa bisa menciptakan simplifikasi single identity. Kenapa harus menggunakan banyak kartu? Kita cukup gunakan e-KTP untuk program sosial masyarakat, seperti yang akan kita kembangkan PKH plus yang bisa diakses dengan e-KTP," pungkas Sandi.
(prf/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed