Pemkot Semarang Sabet Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik

Pemkot Semarang Sabet Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik

Tia Reisha - detikNews
Rabu, 10 Apr 2019 22:25 WIB
Pemkot Semarang Sabet Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta - Kota Semarang di bawah kepemimpinan Hendrar Prihadi menyabet Peringkat 1 Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi. Hendi, sapaan akrabnya, menerima langsung penghargaan yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono.

Dalam acara yang digelar di gedung Gradika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran, Jalan Pahlawan, Semarang, Hendi mengaku merasa senang dan bersyukur. Apalagi tahun sebelumnya Kota Semarang hanya menempati peringkat 4 se-Jawa Tengah.

"Tahun kemarin Kota Semarang hanya berada di peringkat 4 dan mendapat predikat B. Kemudian kami evaluasi, mulai dari tahapan proses penyusunan RKPD, serta perbaikan pada capaian pembangunan yang diraih Kota Semarang. Alhamdulillah tahun ini berhasil menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Tengah dan mendapat predikat A," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Rabu (10/4/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ia yakin keberhasilan Kota Semarang ini merupakan wujud suksesnya Bergerak Bersama yang menjadi konsep pembangunan Kota Semarang.
"Saya meyakini keberhasilan ini merupakan buah dari konsep pembangunan Bergerak Bersama di mana setiap elemen di Kota Semarang memiliki andil besar dalam pembangunan saat ini," lanjut Hendi.

Keberhasilan Kota Semarang meraih peringkat 1 mengalahkan 34 Kabupaten/Kota lain di Jawa Tengah setelah mendapat nilai terbaik dari tim penilai provinsi, melalui penilaian RKPD Kab/Kota dan dokumen inovasi, serta melewati verifikasi dan wawancara.


Menurut rilis Bappeda Provinsi Jawa Tengah aspek yang dinilai terdiri dari proses penyusunan dokumen dan kualitas dokumen RKPD, serta inovasi dan pencapaian pembangunan.

Di sisi lain, Hendi menjelaskan bahwa Kota Semarang melakukan penyusunan RKPD berdasarkan konsep Bergerak Bersama dan optimalisasi pelaporan, forum RKPD yang dimulai dari Rembug RT, Rembug RW, Musrenbang Kelurahan, Musrenbang Kecamatan, dan Musrenbang Kota. Kegiatan itu dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti komunitas masyarakat disabilitas, akademisi, dan perwakilan lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan.

Hendi juga menyampaikan jika peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang juga merupakan bukti jika konsep pembangunan Bergerak Bersama berjalan dengan baik. Tercatat pada tahun 2012, PAD Kota Semarang hanya sebesar Rp 779 miliar yang kemudian pada tahun 2018 meningkat pesat menjadi Rp 2,1 triliun.

"Kami mohon doanya agar bisa mendapat peringkat 1 se Indonesia." ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Semarang Bunyamin menambahkan karena menjadi yang terbaik di tingkat Jawa Tengah, selanjutnya Kota Semarang maju ke penilaian tingkat nasional dan sudah berhasil masuk 10 besar kota dengan pembangunan terbaik.

Menurutnya, pada 1-2 Maret 2019 lalu juga sudah dilakukan verifikasi lapangan oleh penilai dari Bappenas yang hasilnya akan disampaikan saat Musrenbang Nasional pada Mei di Jakarta. (mul/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads