Obat Flu Burung Buatan Sulastri Harus Lewati Uji Klinis

Obat Flu Burung Buatan Sulastri Harus Lewati Uji Klinis

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2005 11:33 WIB
Jakarta - Ny Sulastri Sahal (63) tidak bisa langsung mengklaim ramuan buatannya merupakan obat flu burung. Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari menyatakan sebuah ramuan baru bisa disebut sebagai obat jika sudah lolos uji klinis. "Seseorang tidak bisa langsung mengklaim telah menemukan sebuah obat. Harus diteliti dulu," kata Menkes saat ditemui detikcom di Departemen Kesehatan (Depkes), Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/9/2005). Penelitian obat meliputi kontain, efek dan uji klinis. "Kalau sudah ada uji klinisnya hasilnya apa? Kalau memang semua positif terbukti baru itu bisa disebut sebagai obat," kata Menkes.Sulastri Sahal (63), Selasa (27/9/2005) kemarin mengklaim telah menemukan obat flu burung. Obat berbentuk kapsul warna merah itu diberinya nama proflub. Bahan yang digunakan untuk obat itu yakni Acorus calamus, Coriendri fructuf, Coleus scutellariodes, Zingiber americonus, dan Plaglantu niruni. Bahan apa itu, Sulastri menolak menjelaskan.Sulastri mendapatkan keahlian membuat obat secara turun menurun. Dia mengaku pernah berhasil mengobati pasien diabetes, darah tinggi, leukimia, dan membuat 25 jenis obat.Perempuan itu sudah datang ke kantor Depkes, Selasa (27/9/2005) kemarin. Namun karena Dirjen Kesehatan tidak ada, dia diterima pegawai tata usaha Dirjen Kesehatan. Pegawai tata usaha Dirjen Kesehatan itu lantas menyuruh Sulastri ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Di rumah sakit itu, Sulastri diminta menemui Direktur RSPI, Rabu (28/9/2005) hari ini. (iy/)


Berita Terkait