DetikNews
Rabu 10 April 2019, 20:30 WIB

Round-Up

Jokowi Sindir soal Sarung Tangan, BPN Prabowo Minta Isu yang Elegan

Mukhlis Dinillah, Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jokowi Sindir soal Sarung Tangan, BPN Prabowo Minta Isu yang Elegan Prabowo berkampanye di Palembang. (Foto: dok. Prabowo-Sandi Media Center)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) melancarkan serangan ke jantung pertahanan Prabowo Subianto. Jokowi seolah menyindir Prabowo yang sempat kedapatan mengenakan sarung tangan saat bersalaman dengan warga.

Di hadapan relawan buruh, Jokowi mengklaim bisa merasakan dukungan warga lewat bersalaman secara langsung. Capres nomor urut 01 itu mengaku tidak mengenakan sarung tangan saat bersalaman dengan rakyat.

"Kalau saya ke desa di Jabar, saya salaman, rasakan, tapi nggak pakai sarung tangan. Saya rasakan ini dukung, ini dukung," kata Jokowi di Apel Akbar Kesetiaan Relawan Buruh di Balereme, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (9/4/2019).




Jokowi mengaku sudah bersalaman dengan jutaan warga, sehingga bisa membedakan warga yang mendukungnya dan yang tidak.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu lalu mempraktikkan salaman yang menunjukkan dukungan atau tidak. Misalnya bila hanya bersentuhan jari saja, artinya tidak mendukung.

"Kalau salamannya erat, itu jelas berarti mendukung," ungkap dia.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merespons sindiran Jokowi. BPN menjelaskan, saat itu tangan Prabowo sedang terluka sehingga harus memakai sarung tangan agar cepat pulih.

"Ketika luka kering, beliau sudah melepas sarung tangannya. Saya mendapatkan foto dari pengawal Prabowo yang mendampingi, tampak tangan beliau bengkak dan seperti bekas garukan kuku. Mungkin dari orang-orang yang berebut ingin bersalaman. Ketika luka kering, beliau sudah melepas sarung tangannya," kata juru bicara BPN, Dian Fatwa, kepada wartawan, Selasa (9/4).




Dian menilai sindiran Jokowi soal 'salaman pakai sarung tangan' tidak elegan. Putri AM Fatwa itu menilai seharusnya capres nomor urut 01 tidak menyindir hal-hal yang receh.

"Justru dengan tetap menggunakan sarung tangan meskipun dalam kondisi bengkak dan luka belum kering, Pak Prabowo ingin tetap bersentuhan langsung dengan pendukungnya. Ini jadi tampak tidak elegan, bukan kelasnya seorang Jokowi kalau orang sakit kok dianggap tidak mau salaman dengan pendukung," papar Dian.

"Saya yakin Pak Jokowi punya banyak narasi kebangsaan yang bisa dilempar ke Pak Prabowo sehingga kampanye pilpres ini lebih bermutu, bukan menyindir hal receh-receh begini," imbuhnya.
(zak/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed