Keluarga Korban Jotos Terdakwa Kasus Penyiraman Air Keras di Palembang

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 10 Apr 2019 19:16 WIB
Keributan di PN Palembang, Rabu (10/4/2019) Foto: Raja Adil Siregar-detikcom
Palembang - Aksi baku pukul terjadi usai sidang kasus penyiraman air keras di PN Palembang, Sumatera Selatan. Keluarga korban yang emosi, mengejar 2 terdakwa yakni Medy Zakfitri dan Ilham.

Aksi saling pukul terjadi karena keluarga korban yang hadir emosi melihat kedua terdakwa saat keluar dari ruang sidang. Bahkan keluarga menilai para terdakwa seolah tak merasa bersalah.

"Saya geram melihat mereka (terdakwa) sejak mulai sidang. Lihat sendiri seperti apa perbuatan mereka sama korban ini," kata salah seorang kerabat korban saat terjadi keributan di PN Palembang, Rabu (10/4/2019).

Karena emosi, massa mengejar terdakwa setelah sidang pemeriksaan saksi selesai. Bahkan tampak sempat terjadi kejar-kejaran hingga ke tangga menuju ruang tahanan.

Terdakwa yang sempat mendapatkan bogem mentah langsung lari menuju ruang tahanan sementara. Selanjutnya petugas keamanan dan kepolisian di lokasi langsung menenangkan situasi.






"Tenang-tenang, jangan emosi. Sabar," teriak petugas sembari memisahkan kedua terdakwa dari amukan massa yang emosi.

Keributan mulai mereda setelah kedua terdakwa masuk ke sel tahanan. Petugas tetap meredam emosi massa dan minta menjauh dari ruang sidang.

Dalam persidangan kedua terdakwa diketahui melakukan penyiraman air keras terhadap korban, Rifai pada 30 Desember 2018. Terdakwa mengaku diberi upah Rp 2 juta dari seseorang yang saat ini masih buron.

"Akibat perbuatannya korban menderita luka bakar di dahi, pipi kiri, leher kiri, dan pipi kanan sesuai dengan hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang," ujar JPU Purnama Sofyan. (ras/fdn)