"Survei internal yang BPN sampaikan ini sifatnya ABS, atau asal bapak senang," sebut Johnny kepada wartawan Rabu (10/4/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johnny meminta kubu Prabowo mengumumkan survei tersebut secara resmi. Dia juga meminta metodologi survei disampaikan.
"Hingga saat ini, survei internal mereka seolah tidak ada wujudnya, atau 'etok-etok'. Ini tabiat BPN, selalu merilis survei internal jika muncul rilis dari lembaga survei kredibel yang mengunggulkan Jokowi-Ma'ruf," ucap Johnny.
Politikus NasDem itu Gerindra sengaja membuat elektabilitas Prabowo mengungguli Jokowi karena takut terkena marah.
"Karena mungkin BPN takut Prabowo marah seperti saat di podium, jika tahu hasil surveinya lebih rendah dibandingkan Jokowi," tutur Johnny.
Sebelumnya, Waketum Gerindra Sugiono mengklaim elektabilitas Prabowo unggul jauh atas Jokowi. Sugiono menyebut survei internal ini sebagai pembanding dari survei yang menyatakan elektabilitas Prabowo kalah dari Jokowi.
"Kami punya survei internal 62 persen (Prabowo), 38 persen (Jokowi). Kita punya asesmen 62 persen. Terus yang selama ini beredar Prabowo-Sandi selalu di angka yang rendah," kata Sugiono yang juga Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandiaga di The Darmawangsa, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4).










































