Meski begitu, Novel mengaku masih sanggup mengemudikan mobil sendiri. "Saya pernah pergi agak jauh ke Tanggerang," kata Novel dalam Blak-blakan yang ditayangkan detikcom, Rabu (10/4).
Meski bisa mengemudi sendiri, karena kadang kala mata kiri sering kotor atau ada obat salep yang mengenai lensa mata, pandangannya akan terganggu. Karena itu, agak lebih aman dalam perjalanan dia menerima tawaran untuk diantar-jemput.
"Tapi di jalan itu, saya lihat jalan. Saya tahu kalau ada orang menyeberang jalan meski tak bisa jelas melihat wajahnya," kata Novel.
Untuk diketahui, lelaki kelahiran Semarang, 22 Juni 1977, itu mengalami teror pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di masjid dekat rumahnya. Sampai sekarang dia masih harus bolak-balik ke Singapura untuk mengobati bola matanya. (jat/erd)











































