1 Lagi Pasien Suspect Flu Burung Masuk RSPI Sulianti
Rabu, 28 Sep 2005 10:37 WIB
Jakarta -
Korban flu burung terus berjatuhan. RSPI Sulianti Saroso pada pukul 23.00 WIB Selasa (27/9/2005) kembali menerima satu pasien suspect flu burung bernama Achmad Zaenuddin (23).Achmad kini terkapar di ruang perawatan Cempaka, RSPI Sulianti. Saat masuk ruang perawatan, kondisi warga Setiabudi, Menteng Atas, Jakarta Selatan itu sangat memprihatinkan. Ia mengalami demam tinggi hingga 39,6 derajat Celcius."Sebelum dibawa ke sini, ia sudah mengalami demam selama empat hari dan ia punya kontak dengan unggas," ungkap Kepala Informasi dan Surveillance KLB Flu Burung RSPI Sulianti, dr Ilham Pattu di kantornya, Jalan Sunter Baru, Jakarta, Rabu (28/9/2005).Diungkapkan Ilham, di rumahnya, Achmad memelihara 20 ekor burung merpati. Suatu hari, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba salah satu burung peliharaannya mati. Tidak lama setelah kematian burung merpatinya, Achmad mengalami panas tinggi.Ia lalu berobat ke salah satu dokter swasta yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Setelah menceritakan kejadian yang menimpa salah satu burung merpatinya, dokter bersangkutan lalu merujuk Achmad ke RSPI Sulianti."Saat ini kondisinya sudah mulai stabil, tapi ia masih diinfus dan menggunakan alat bantu pernafasan," ungkap Ilham.Mengenai nasib 19 ekor burung peliharaan Achmad lainnya, Mastoro, ibunda Achmad, mengaku tidak melepaskannya. "Setelah ada satu yang mati, yang lain kita potong," ungkapnya. Sayangnya, wanita yang berusia sekitar 40 tahunan itu tidak menceritakan apakah burung-burung yang dipotong itu dikonsumsinya atau tidak. "Sudah ya," kilahnya seraya masuk ke kamar perawatan anaknya.Dengan masuknya Achmad, maka keseluruhan pasien suspect flu burung yang dirawat di RSPI Sulianti tercatat 20 orang.
(umi/)










































