BBM Langka di Semarang, Pembeli Ramai-ramai 'Timbun' BBM

BBM Langka di Semarang, Pembeli Ramai-ramai 'Timbun' BBM

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2005 10:28 WIB
Semarang - Apa pun sebutannya, jangan tiru ulah orang yang satu ini! Dalam situasi yang sangat sulit, ia 'menimbun' BBM dengan cara membeli premium untuk mobilnya sebanyak tiga kali dalam sehari di SPBU yang sama.Dengan cara demikian itulah, dia tidak perlu antre lagi untuk beberapa hari mendatang. Kalau BBM-nya sudah hampir habis, ia tinggal kembali ke rumah, membongkar 'timbunan'-nya dan mengisi tangki kendaraan. Selesailah sudah.Petugas SPBU mengaku tidak bisa melakukan tindakan apa pun terhadap ulah pembeli seperti itu. "Saya tetap harus mengisi tangki kendaraannya. Lha wong dia juga mengantre seperti pembeli lain. Saya masih ingat betul, dia isi sebanyak tiga kali," kata petugas SPBU di Jalan Sriwijaya Semarang, Suwardi, kepada detikcom, Rabu (28/9/2005).Suwardi menjelaskan, ia tidak mungkin melarang seseorang untuk mengisi tangki kendaraannya. Menurut aturan SPBU-nya, yang dilarang hanyalah para pengecer atau pembeli yang menggunakan jirigen.Suwardi mengaku mengisi BBM mobil-mobil yang datang berulang kali ke SPBU-nya. Kalau pada hari berikutnya, mobil itu datang lagi, ia pasti masih ingat. "Ada pikap, Toyota Kijang, Colt, dan lain-lain. Banyak kok," ungkapnya.Salah seorang pegawai Yellowpages Semarang yang mengaku bernama Iwan (24) melakukan hal tersebut sejak seminggu lalu. Ia sudah tahu mencari BBM pasti akan sulit ketika harganya akan dinaikkan. Karenanya, ia 'menimbun' premium untuk sepeda motor kesayangannya."Lumayan mas. Saya taruh di botol air mineral dan sudah terkumpul 10 liter. Pas mau kehabisan premium, saya pulang untuk mengisinya," tuturnya dengan nada polos.Atas ulah tersebut, Iwan mengaku sama sekali tidak merasa bersalah. "Salah apanya? Kan tidak apa-apa kalau menimbun untuk diri sendiri? Kan tidak untuk dijual," katanya balik bertanya.Agaknya, kategori konsumen BBM harus ditambah lagi. Bukan saja pembeli atau penimbun, tapi juga pembeli penimbun. Petugas SPBU tentu tak bisa apa-apa. Tapi apa pun sebutannya, jangan tiru ulah orang-orang seperti itu! Agar BBM bisa tetap terbagi merata. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads