DetikNews
Rabu 10 April 2019, 15:37 WIB

Pasca-teror Air Keras, Novel Baswedan Tekuni Tinju

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Pasca-teror Air Keras, Novel Baswedan Tekuni Tinju Penyidik senior KPK, Novel Baswedan (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Memasuki dua tahun aksi teror air keras yang merusak dua bola matanya, tinju menjadi olahraga pilihan Novel Baswedan. Penyidik senior KPK itu menilai tinju paling kecil risikonya ketimbang joging di sekitar kompleks perumahannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Penglihatan saya kan belum sempurna benar. Kalau berlari atau jalan terus ada jalan yang tidak rata, saya bisa jatuh," kata Novel dalam Blak-blakan yang tayang di detikcom, Rabu (10/4/2019).

Dia membeli sandsack portabel seharga Rp 2 jutaan dan sarung tinju sekitar Rp 300 ribu. Meski lebih mahal, dia sengaja memilih sandsack portabel karena untuk model yang digantung sulit memasangnya di rumah.

Pasca Teror Air Keras, Novel Baswedan Tekuni TinjuPenyidik Senior KPK Novel Baswedan (Jefrie Nandy Satria/detikcom)



Selain memukul, sesekali Novel menendang-nendang sandsack tersebut. Maklum, selain karate, dia pernah menekuni bela diri judo. "Saya sebentar aja kok tinjunya. Ini olahraga yang paling oke untuk menjaga kebugaran dan saya pikir asyiklah melakukannya," tuturnya.


Sementara itu, untuk makanan, dia mengaku tak punya pantangan khusus terkait dengan kondisi kesehatan matanya. Sejauh hidangan yang ada itu terlihat lezat dan sehat, dia akan menyantapnya. "Soal makanan, saya bisa makan apa pun," ujar Novel.

Untuk diketahui, lelaki kelahiran Semarang, 22 Juni 1977, itu mendapat teror pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di masjid dekat rumahnya. Sampai sekarang, dia masih harus bolak-balik Singapura untuk mengobati bola matanya.


(jat/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed