Antrean Pembeli BBM di Yogyakarta Makin Meluber

Antrean Pembeli BBM di Yogyakarta Makin Meluber

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2005 10:23 WIB
Yogyakarta - H-3 kenaikan harga BBM, antrean pembeli BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih terjadi di berbagai daerah. Di Yogyakarta, antrean pembeli BBM meluber hingga membuat jalan raya harus ditutup.Berdasarkan pemantauan detikcom di sejumlah SPBU, Yogyakarta, Rabu (29/9/2005), antrean kendaraan bermotor tampak makin menggila. Rata-rata panjang antrean yang ditimbulkan sekitar 200 meter. Pemandangan ini setidaknya terlihat di empat SPBU, yaitu di SPBU Jalan Wonosari (Ketandan, Banguntapan), Jalan Menteri Supeno, dan Jalan Solo (Ambarukmo).Nah, antrean terparah terjadi di SPBU Jalan Kusumanegara. Meski SPBU ini masih belum dibuka, namun antrean sudah memanjang. Biasanya, SPBU ini mulai buka pukul 06.00 WIB. Tapi, hingga pukul 09.00 WIB belum terlihat ada gelagat mau buka. Mobil tangki Pertamina dengan kapasitas 8 ribu liter masih terlihat membongkar muatan di SPBU tersebut.Antrean kendaraan di SPBU Jalan Kusumanegara ini sudah terjadi sejak pukul 07.00 WIB. Walaupun terlihat beberapa kendaraan roda empat, sebagian besar pengantre adalah pengguna sepeda motor. Akibatnya, kendaraan yang mengular hingga sepanjang 200 meter lebih ini meluber ke pinggir Jalan Kusumanegara. Alhasil, jalan yang biasanya ramai itu tertutup para pengantre.Kondisi antrean semakin parah. Tak lama kemudian, satu mobil patroli dari Polwiltabes Yogyakarta yang berisi 12 personel akhirnya turun tangan. Antrean pun dibuat empat lajur. Arus Jalan Kusumanegara dari arah barat pun ditutup. Jadi, kendaraan yang berasal dari arah Jalan Sultan Agung dibelokkan melewati Jalan Cendana dan Kenari. Sementara itu, volume kendaraan dari arah timur Jalan Kusumanegara tetap dibuka. Arus kendaraan pun menjadi satu arah, yakni dari arah Kebun Binatang Gembiraloka.Tidak hanya itu. SPBU Ambarukmo di Jalan Solo bernasib sama. Geliat kendaraan menunggu BBM masih memanjang. Tapi, 10 orang aparat Polres Sleman tampaknya tidak berniat menutup jalan di sebelahnya. Pengantre pun sudah mulai mengeluh. Seorang karyawan kargo, Joko Purwanto, akhirnya lebih memilih mengantre daripada tidak dapat premium untuk motornya. "Sudah dua jam saya belum dapat bensin," keluh Joko. (ism/)


Berita Terkait