DetikNews
Rabu 10 April 2019, 14:38 WIB

Mahasiswa Dominasi Pengurusan Pindah TPS di KPU Depok

Matius Alfons - detikNews
Mahasiswa Dominasi Pengurusan Pindah TPS di KPU Depok Foto: Warga Mengurus Pindah TPS di KPU Depok (Matius Alfons/detikcom)
depok - Hari ini hari terakhir bagi para calon pemilih Pemilu 2019 untuk mengurus pindah lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Di Depok sendiri, banyak warga yang antusias hadir untuk mengurus kepindahan TPS.

Pantauan detikcom di KPU Kota Depok, Jalan Kartini, Pancoran Mas, Depok, banyak warga yang datang untuk mengurus formulir A5. Terlihat antrean menumpuk di meja pelayanan sehingga menyebabkan tidak teratur.

Meski begitu, warga tetap sabar menunggu untuk mendaftarkan diri. Beberapa di antaranya mewakili keluarganya yang pindah lokasi.

"Kami dari KPU Kota Depok terus melayani terkait pemilih yang ingin pindah memilih. Hari ini adalah hari terakhir, kami layani sampai pukul 16.00 WIB nanti," kata Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat ditemui di lokasi, Rabu (10/4/2019).

Nana menjelaskan sampai saat ini pihaknya sudah menerima 200 lebih pengurusan pindah TPS. Mayoritas didominasi oleh mahasiswa.

"Sampai dengan saat ini sudah hampir 200-an lebih lah kira-kira untuk di Depok yang lakukan pindah memilih. Kebanyakan mereka dari luar daerah ya, karena mereka tugas belajar mahasiswa kuliah di Depok yang pada hari-H tidak bisa pulang, kebanyakan mahasiswa ya di sini," ungkap Nana.


[Gambas:Video 20detik]



Nana menjelaskan ada 4 kategori yang diperlukan agar bisa pindah TPS yakni dalam keadaan sakit, kena bencana alam, kondisi di rumah tahanan, dan yang bertugas pada saat hari pemilihan. Setelah itu warga harus membawa syarat-syarat mengurus pindah TPS.

"Harus terdaftar di DPT di mana mereka berasal, ya itu syarat mutlak yang harus dimiliki, kemudian juga dengan fotocopy KTP, nanti kami akan lakukan verifikasi. Kalau sudah terdaftar maka akan dilayani mereka akan mendapat formulir A5," ungkapnya.

Sementara seorang mahasiswa, Irvan Maulana (20) dari Lampung yang berkuliah di Politeknik Negeri Jakarta mengaku rela mengantre membuat formulir A5 karena tidak ingin golput.

"Iya ini surat form A5, ini saya buat biar karena udah umur udah 20 tahun ya dan ini pemilihan presiden jadi nggak ingin aja golput gitu, ingin gunakan hak pilih," ucap Irvan.

Namun dirinya mengkritisi prosedur di KPU Depok yang terlalu sulit dan membingungkan. Selain itu sosialisasi syarat juga dinilai kurang efektif.

"Ribet, mungkin kurang, membingungkan, kurang petunjuk, kayak datang itu kita kurang petunjuk gitu loh, bingung harus kemana. Cuma ada meja ramai di sana jadi bingung harus mulai dari mana, Syarat sebenernya ga ribet, cuma ga ada pengumumannya gitu loh," tutur Irvan.



Simak Juga "Polemik Surat Suara Pemilih Pindah TPS, Mendagri Sarankan PKPU":

[Gambas:Video 20detik]


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed