Kasus Audrey, Korban Dikeroyok dengan Tangan Kosong

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 10 Apr 2019 12:51 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Polisi telah meminta keterangan dari ibunda A (14), siswi SMP di Pontianak yang diduga dikeroyok oleh siswi SMA di kotanya. A disebut dikeroyok dengan tangan kosong dalam kejadian yang kasusnya sampai memicu petisi viral 'Justice for Audrey' ini.

"Pakai tangan kosong, pakai tangan kosong. Dari pemeriksaan sementara seperti itu dan akan terus didalami oleh penyidik dari Polresta Pontianak," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Sebelumnya, berdasarkan keterangan dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, total ada 12 siswi SMA dari berbagai sekolah di Pontianak yang mengetahui hal ini. Pelaku utama yang mengeroyok korban ada 3 orang, sementara sisanya menyaksikan.


Kembali ke pernyataan Dedi, dia mengatakan korban sudah mendapatkan pendampingan psikologis. Pangkal pengeroyokan ini adalah masalah pria, yang berujung pada ribut-ribut di media sosial terlebih dahulu.

"Kebetulan para pelaku masih dalam satu sekolah ya di Pontianak yang mendengar temannya, mungkin merasa tidak nyaman dan terjadi perselisihan di media sosial dan secara spontan teman-temannya ini membantu untuk melakukan penganiayaan terhadap korban A," paparnya.


Kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan. "Untuk yang terlapor ada 3, antara lain inisialnya F, kedua P, ketiga N," tambah Dedi.

Kasus pengeroyokan A ini mendapat perhatian luas di media sosial hingga muncul tagar #JusticeForA yang sempat menjadi trending topic nomor 1 dunia pada Selasa (9/4). Ada pula petisi #JusticeForA yang diteken lebih dari 2,4 juta kali.



Saksikan juga video '#JusticeforA! KPAI Imbau Polisi Usut Tuntas':

[Gambas:Video 20detik]


Kata Polisi, Audrey Dikeroyok dengan Tangan Kosong
(imk/fdn)