DetikNews
Rabu 10 April 2019, 11:52 WIB

BPPT Luncurkan Buoy Tsunami Merah Putih, akan Dipasang di Selat Sunda

Eva Safitri - detikNews
BPPT Luncurkan Buoy Tsunami Merah Putih, akan Dipasang di Selat Sunda Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Buoy Merah Putih. (Eva/detikcom)
Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Buoy Merah Putih sebagai teknologi baru sistem peringatan dini multibencana. Buoy akan dipasang di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Buoy ini terlihat berbentuk seperti gasing dengan ukuran diameter 1,7 meter dan tinggi 1,8 meter. Buoy dibawa dengan menggunakan kapal riset Baruna Jaya IV milik BPPT, yang bertolak dari dermaga 006, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuju perairan Selat Sunda.

"Kita akan sama-sama menyaksikan Pelepasan Kapal Riset Baruna Jaya IV, yang akan membawa peralatan deteksi dini tsunami (buoy tsunami), yang terdiri dari Buoy Generasi 4, Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line dan Sinker, serta peralatan pendukung lainnya untuk di-deploy (dikerahkan) di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau," ujar Kepala BPPT Hammam Riza dalam pemaparannya di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (10/4/2019).


Hammam mengatakan Buoy ini akan diletakkan dengan jarak 5 km dari Gunung Anak Krakatau dan 100-200 km dari pantai Selat Sunda. Dia menjelaskan kawasan itu merupakan titik rawan terjadinya gelombang tinggi.

"Karena di sana daerah yang rawan, di sana kan ada pertemuan dua lempeng, pertemuan dua samudra dan itu bisa menyebabkan gelombang tinggi, bisa terjadi erupsi di Gunung Anak Krakatau akibat gempa," ucapnya.

BPPT Luncurkan Buoy Tsunami Merah Putih, Akan Dipasang di Selat SundaBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Buoy Merah Putih. (Eva/detikcom)

Lebih lanjut, BPPT berencana membuat tiga buoy lagi untuk memitigasi bencana gempa yang berada di dasar laut, terutama tsunami. Tiga buoy itu nantinya juga akan dipasang di kawasan perairan Selat Sunda.

"Tiga lokasi lainnya yang akan kita taruh itu di sebelah barat Bengkulu. Kemudian Selatan Jawa Barat sama Pelabuhan ratu. Pokoknya di sekitar Pulau Jawa dan Sumatera," katanya.


Selain itu, dalam rangkaian acara ini, BPPT melepas Kapal Riset Baruna Jaya I. Kapal itu bertugas melaksanakan survei pemetaan landas kontinen ekstensi di perairan Utara Papua.

"Survei Pemetaan Landas Kontinen oleh Kapal Riset Baruna Jaya I merupakan realisasi kerja sama antara BPPT dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), dengan tujuan menyiapkan data primer batimetri dan menentukan batas penambahan wilayah landas kontinen atau disebut Landas Kontinen Ekstensi (LKE)," paparnya.
(eva/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed