detikNews
Rabu 10 April 2019, 11:52 WIB

Jokowi Temui 5.000 Kepala-Perangkat Desa se-Indonesia di Tennis Indoor Sore Ini

Rolando - detikNews
Jokowi Temui 5.000 Kepala-Perangkat Desa se-Indonesia di Tennis Indoor Sore Ini Silatnas Pemerintah Desa Se-Indonesia. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa Se-Indonesia Tahun 2019 digelar di Tennis Indoor, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan hadir.

Agenda ini digelar Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan, dan Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD). Bakornas P3KD menggandeng DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), dan Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PPDI).

Acara ini mengusung tema 'Membangun Indonesia dari Desa'. Kegiatan utamanya adalah silaturahmi dan diskusi antarkepala desa dan perangkat desa.

"Silatnas ini menjadi forum evaluasi bersama pembangunan desa yang pertama kali dilaksanakan dalam 4 tahun berjalannya UU Desa," kata Ketua Bakornas P3KD Muhamad Asri Anas dalam rilis resmi dari Bakornas P3KD yang diterima detikcom, Rabu (10/4/2019).

Asri menjelaskan Silatnas Pemerintah Desa se-Indonesia ini diharapkan bisa menjadi forum bagi kepala desa dan perangkat desa bertukar pikiran, menyampaikan gagasan kepada pengambil kebijakan di tingkat pusat. Sebaliknya, pemerintah pusat dapat menyampaikan visi jangka panjang pembangunan desa dan pembangunan nasional.


"Tentu Silatnas juga tidak menafikan banyak persoalan yang terjadi di desa, khususnya perbaikan akuntabilitas dan lemahnya SDM aparatur desa. Tapi diharapkan melalui forum Silatnas akan menjadi ajang saling memberi masukan untuk perbaikan pembangunan desa di masa yang akan datang," jelas Asri.

Kegiatan Silatnas ini disebut akan dihadiri sekitar 5.000 peserta yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Asri menyebut para peserta datang menggunakan uang pribadi.

"Saya pastikan bahwa para peserta yang terdiri dari kepala desa dan perangkat desa tidak menggunakan anggaran Dana Desa atau sumber keuangan desa lainnya untuk membiayai kehadiran mereka di acara ini. Mereka menggunakan uang pribadinya masing-masing," kata Asri.

Presiden Jokowi dijadwalkan memberi pengarahan pada peserta Silatnas Pemerintahan Desa se-Indonesia. Sebelum pengarahan Jokowi, Silatnas juga menampilkan pembicara yang terdiri dari Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menko Polhukam Wiranto, dan Menko PMK Puan Maharani. Sedangkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam kesempatan ini memberikan piagam kepada 4 asosiasi pemerintah desa atas keberhasilannya menyelenggarakan Silatnas.

Tepis Ada Mobilisasi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Apdesi Ipin Arifin menegaskan tidak ada mobilisasi dalam kegiatan Silatnas Pemerintahan Desa Se-Indonesia 2019.

"Tidak ada mobilisasi dari siapapun dan dari pihak manapun. Kegiatan ini murni inisiatif para kepala desa dan perangkat desa," tegas Ipin. Hal senada diungkapkan Ketua DPN PPDI, Widhi Hartono.

"Kehadiran para kepala desa dan perangkat desa merupakan inisiatif mereka sendiri tanpa ada paksaan," ujar Widhi. Dia juga menegaskan para peserta tidak diperbolehkan membawa simbol-simbol partai politik atau kampanye yang mengarah kepada calon tertentu.


"Silatnas ini murni sebagai ajang silaturahmi dan bertukar pengalaman untuk kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia," tegas Widhi.

Ketua Umum DPP Papdesi Wargiyati menyatakan kepala desa dan perangkat desa se-Indonesia sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan desa melalui Dana Desa.

Dia menjelaskan, total anggaran Dana Desa selama lima tahun sebesar Rp 257 triliun. Rinciannya, Rp 20,67 triliun pada 2015 dan Rp 46,98 triliun pada 2016. Lalu, pada 2017 dan 2018 naik sebesar Rp 60 triliun. Kemudian pada 2019 kembali naik sebesar Rp 70 triliun.

"Dengan adanya Dana Desa, pembangunan desa baik infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakatnya telah meningkat signifikan di seluruh desa di Indonesia," kata Wargiyati, yang juga menjabat Kepala Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.


Simak Juga "Perang Buzzer Jokowi Vs Prabowo di Balik Panggung Politik":

[Gambas:Video 20detik]


(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com