DetikNews
Selasa 09 April 2019, 20:42 WIB

Bowo Sidik Bicara 'Partai Pro 01' , TKN Jokowi: Kami Tolak Politik Uang

Indra Komara - detikNews
Bowo Sidik Bicara Partai Pro 01 , TKN Jokowi: Kami Tolak Politik Uang Johnny G Plate (Nur Azizah/detikcom)
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Jakarta - Tersangka kasus dugaan suap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso mengaku diminta partai dan Nusron Wahid menyiapkan amplop-amplop 'serangan fajar'. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menegaskan kubu 01 menolak politik uang.

"Kami semua (koalisi) menolak politik uang," kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).



Johnny mengatakan seluruh parpol yang tergabung dalam timses pasangan nomor urut 01 itu menekankan proses Pemilu 2019 harus sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Jika ada tindakan perorangan yang tak sejalan dengan sikap timses, kasus hukumnya dipertanggungjawabkan secara individu.

"Yang pasti, sedari awal TKN KIK, termasuk NasDem, PDIP, Golkar, dan seluruh partai koalisi paslon 01, sudah berulang kali menekankan pemilu pilpres dan pileg harus sesuai amanat UU No 7/2017 tentang Pemilu. Jika ada tindakan perorangan yang tidak sejalan dengan sikap tersebut dan berdampak hukum, tentu sepenuhnya menjadi domain aparat hukum dan menjadi tanggung jawab perorangan," ujarnya.

"Apalagi memang sudah ada bantahan yang disampaikan oleh Pak Nusron. Secara khusus NasDem menerapkan kebijakan politik tanpa mahar dan tanpa syarat secara konsisten untuk pemilu bersih yang dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Dan kami yakini rakyat sepakat dan setuju dengan kami bahwa Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf adalah pemimpin berkualitas yang dimaksud," sambung Johnny.



Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Daniel Johan menambahkan kasus ini dijadikan sebagai pelajaran. Daniel menegaskan koalisi 01 tidak membenarkan politik uang.

"Ini pembelajaran yang sangat berarti buat kita dan masyarakat, meski dari pileg ke pileg selalu ada kemajuan, kita harapkan peristiwa ini akan semakin menyempurnakan sistem pemilu ke depan. Bagi kami, semakin tidak ada politik uang, demokrasi akan semakin berkualitas, semakin memberi jalan dan harapan bagi lahirnya para pemimpin yang baik di Indonesia sehingga jalan perubahan di Indonesia semakin cepat diwujudkan," kata Daniel.

Sebelumnya, Bowo Sidik 'bernyanyi' setelah diperiksa KPK hari ini. Bowo mengaku disuruh partai dan Nusron Wahid menyiapkan amplop untuk 'serangan fajar'.

"Saya diminta oleh partai menyiapkan 400 ribu.... Nusron Wahid meminta saya menyiapkan 400 ribu. Diminta oleh Nusron Wahid untuk menyiapkan itu," kata Bowo setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
(idn/elz)
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed