Demonstrasi BBM Tidak Berguna
Rabu, 28 Sep 2005 08:34 WIB
Jakarta - Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan sekelompok massa menolak kenaikan harga BBM dinilai tidak berguna. Demonstrasi tidak memberikan solusi, malah justru menambah parah kondisi rakyat jika pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga BBM."Tapi ini kan demokrasi, kita harus menghargai sikap mereka. Tapi menurut saya mereka keliru karena dengan demonstrasi justru memperparah kondisi rakyat karena kalau pemerintah kemudian membatalkan kenaikan BBM dalam jangka panjang kemiskinan justru akan bertambah," kata Ketua Freedom Institute, Rizal Malarangeng kepada detikcom di Jakarta, Rabu (28/9/2005).Rizal menilai kenaikan harga BBM adalah sebuah hal yang tidak mungkin dihindari karena mau tidak mau harga BBM harus mengikuti harga pasar dunia. Subsidi hanya memboroskan anggaran dan sifatnya habis begitu saja. "Ini memang menyakitkan dan kejam namun ini sebuah proses alami. Apakah kita akan terus menerus memakai uang bersama hanya menyangga harga BBM," ujarnya."Kalau kita mau subsidi Rp 100 triliun lebih baik uangnya kita gunakan membangun sekolah, rumah sakit, dan membuka lapangan pekerjaan yang banyak," ujarnya.Dia juga tidak setuju dengan pemberian dana kompensasi BBM. Namun pemberian dana itu dapat dimaklumi karena untuk menyangga kebutuhan rakyat miskin. "Soalnya mereka lah yang paling merasakan dampak kenaikan harga BBM ini," tutur Rizal.Akan tetapi subsidi bukan solusi jangka panjang. Untuk itu, pemerintah harus segera meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menyediakan infrastruktur dan modal. "Subsidi BBM tidak menyumbang apa-apa dalam pertumbuhan jangka panjang," urainya."Dengan dicabut subsidi seharusnya membuat orang lebih kreatif dan bekerja keras. Ingat subsidi itu candu karena akan membuat orang terus tergantung kepada pemerintah," kilahnya.
(mar/)











































