DetikNews
Selasa 09 April 2019, 15:05 WIB

Diskusi soal DPT Bermasalah di DPR, Amien Rais: Memang Ada Genderuwonya

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Diskusi soal DPT Bermasalah di DPR, Amien Rais: Memang Ada Genderuwonya Barisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Berintegritas menggelar diskusi sekaligus pernyataan sikap terhadap DPT bermasalah di DPR. (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Barisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Berintegritas menggelar diskusi sekaligus pernyataan sikap terhadap DPT bermasalah. Sejumlah tokoh pro-Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hadir.

Diskusi bertema 'DPT Bermasalah: Pemilu 2019 Berpotensi Chaos!' itu digelar di Ruang KK III (Ruang Rapat Komisi II), gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). Pembicara acara diisi Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Bachtiar Nasir, Chusnul Mariyah, dan Marwan Batubara.


Sederet tokoh pendukung Prabowo-Sandiaga juga turut hadir, seperti Neno Warisman. Tak hanya itu, massa pendukung paslon nomor urut 02, yang didominasi kaum emak-emak, juga turut meramaikan pernyataan sikap tersebut. Beberapa orang bahkan membawa spanduk '2019 ganti presiden'.

Amien Rais dalam sambutannya mengatakan pernyataan sikap terhadap DPT bermasalah ini digelar bukan untuk mendelegitimasi pemilu, melainkan untuk melegitimasi pemilu.

"Kita justru mengupayakan pemilu legitimate. Kia bukan men-delegitimize pemilu itu, tapi kita itu ingin legitimizing, supaya betul-betul bangsa ini agar bangsa merasa puas, bangga, sekaligus bersyukur, makin tambah hari, dan makin memisahkan kemungkinan buruk di masa yang akan datang," kata Amien.

Diskusi soal DPT Bermasalah di DPR, Amien Rais: Memang Ada GenderuwonyaBarisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Berintegritas menggelar diskusi sekaligus pernyataan sikap terhadap DPT bermasalah di DPR. (Marlinda/detikcom)

Amien tidak ingin DPT bermasalah tersebut menjadi sumber kecurangan. Sebab, katanya, selama ini memang ada indikasi pemilu dilakukan tidak jujur.

"Saya sudah mengingatkan berulang kali. Tetapi memang sering saya katakan, memang ada genderuwonya ada sontoloyonya. Jadi kalau istilah beliau-beliau ini, makanya ada yang mengusulkan bagaimana 17 April nanti penghitungan di Senayan atau di... di mana KPU, BPN, TKN, wartawan dalam-luar negeri ikut," tuturnya.

"Kita minta sekarang supaya hitungnya jurdil, ini sesuatu yang amat mudah. Berarti kalau tidak mau, berarti ada maksud-maksud misterius yang menambah kecurigaan kita," sambung Amien.


Amien pun kembali menyinggung soal 'people power' yang pernah ia sampaikan. Politikus senior PAN itu mengatakan ajakannya melakukan people power bukan sekadar emosi belaka.

"Kita punya warisan dari, Bung Karno, Bung Hatta, dan lain-lain. Maka kita mengingatkan dengan sebuah ultimatum. Untuk back-up poll, kita memasuki sebuah inner beauty, tentu rakyat makin pandai, tolong hati-hati. Kalau saya mengajak people power itu bukan sekedar emosi. Dulu kita reformasi sudah ada people power. Jadi, salah, people power itu ingin... tapi kita ingin...," pungkas dia.
(mae/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed