Novel Baswedan Tepis Isu Liar Otaki OTT Romahurmuziy dan Bowo Sidik

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Apr 2019 13:54 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan menepis adanya isu yang menyebutnya sebagai 'otak' di balik operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Romahurmuziy alias Rommy dan Bowo Sidik Pangarso. Dua politikus itu berasal dari dua partai politik (parpol) pendukung pemerintah.

Dalam Blak-blakan dengan detikcom, Novel mengaku tidak secara langsung menangani perkara yang berawal dari OTT. Namun Novel, yang kembali aktif sejak Juli 2018 setelah menjalani serangkaian operasi terhadap matanya yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, mengaku kerap memberikan masukan dalam konteks pembuktian kepada penyidik KPK lainnya.

"Kadang kala teman-teman (penyidik KPK) diskusi, tapi konteksnya adalah tidak membicarakan terkait dengan pelaku siapa, cuma konteks bagaimana teknis pembuktian, gitu-gitu," ujar Novel saat Blak-blakan dengan detikcom, Senin (8/4/2019).




Sempat beredar di grup aplikasi perpesanan WhatsApp, pesan yang menyebutkan Novel 'bermain mata' dengan salah satu parpol oposisi untuk menjerat Rommy dan Bowo. Novel mengaku tahu tentang adanya isu itu, tapi dengan tegas menepisnya. Proses penangkapan itu tidak dilakukan oleh satuan tugas (satgas) yang dipimpin Novel.

"Tidak, tidak, bukan dari tim saya (yang menangani kasus Rommy dan Bowo)," ujar Novel.

"Iya saya dengar omongan itu ya (isu Novel main mata dengan parpol oposisi). Cuma itu logikanya aneh, logikanya terlalu dipaksakan, seolah-olah masuk akal. Padahal di KPK itu bekerja ada pembagian-pembagiannya, ada tim. Malah justru ada orang yang menuduh begitu, pada dasarnya menghina KPK, karena di KPK itu kan ada pembagian yang saling mempengaruhi. Kalau kemudian dianggap itu seolah-olah saya kendalikan, berarti dia menganggap seolah-olah orang-orang KPK tidak punya integritas. Jadi saya kira itu tuduhannya itu tidak baiklah," imbuh Novel panjang-lebar.

Beberapa waktu lalu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengembuskan isu Novel sebagai 'orang' Partai Gerindra. Neta mengaku hanya menerima isu sehingga meminta KPK memberikan klarifikasi langsung. Isu itu berkembang, menurut Neta, sejak disebut juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai salah seorang kandidat jaksa agung.




"KPK perlu menjelaskan dan mengklarifikasi adanya isu bahwa penyidiknya, Novel Baswedan, sebagai 'orang' Partai Gerindra di lembaga antirasuah itu. Klarifikasi itu menjadi penting karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi dan KPK tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu dalam pemberantasan korupsi di tahun politik 2019 ini," kata Neta dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (2/4).

Atas isu liar itu, KPK langsung menjawab. KPK menegaskan dari jajaran pimpinan hingga stafnya tak ada yang terkait dengan partai politik.

"KPK, mulai dari unsur pimpinan sampai pada unsur pegawai, memastikan tidak akan terkait pada kelompok politik praktis mana pun. Jadi kami harap semua pihak bisa menempatkan KPK sebagai lembaga independen tersebut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.


Simak wawancara lengkap dengan Novel Baswedan dalam Blak blakan yang tayang eksklusif di detikcom, besok Rabu, 10 April 2019 (dhn/fjp)