DetikNews
Selasa 09 April 2019, 07:00 WIB

KPK Cermati Keterlibatan Pihak Lain di Vonis Eks Kalapas Sukamiskin

Haris Fadhil - detikNews
KPK Cermati Keterlibatan Pihak Lain di Vonis Eks Kalapas Sukamiskin Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 4 bulan penjara karena terbukti menerima suap dari Fahmi Darmawansyah serta sejumlah narapidana lain. KPK pun menyatakan bakal mencermati keterlibatan pihak lain di kasus suap ini.

"Terkait dengan nama-nama lain yang disebutkan, akan kami pelajari lebih lanjut. Fakta-fakta yang muncul dan diuji di persidangan akan kami cermati, khususnya pertimbangan hakim yang menguraikan peran pihak lain," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (8/4/2019).

Febri mengatakan KPK mengapresiasi putusan majelis hakim tersebut. Dia menyatakan KPK masih pikir-pikir apakah menerima atau menempuh upaya hukum lainnya.

"Hal tersebut akan kami pertimbangkan dalam masa pikir-pikir ini," ujarnya.


Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menyatakan Wahid bersalah menyalahgunakan wewenang saat menjadi Kalapas Sukamiskin. Dia dinyatakan terbukti menerima sejumlah barang dan uang dari narapidana Fahmi dan memberikan fasilitas tambahan ke Fahmi.

Hakim menyebut Wahid mendapatkan sejumlah uang dan barang dari Fahmi, di antaranya mobil double cabin merek Mitsubishi Triton, tas merek Louis Vuitton, sandal, sepatu boot dan uang senilai Rp 39,5 juta. Atas pemberian tersebut, hakim menyebut Wahid memberikan sejumlah fasilitas, seperti kamar mewah yang berisikan televisi kabel, AC, kulkas, dan kasur springbed. Fahmi juga dibebaskan menggunakan ponsel.

"Terdakwa juga membiarkan Fahmi membangun ruangan 2 x 3 meter untuk keperluan hubungan badan atau dikenal bilik asmara yang digunakan Fahmi atau warga binaan lain," kata hakim saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (8/4).

Selain fasilitas di dalam lapas, Wahid disebut memberikan keleluasaan kepada Fahmi untuk ke luar lapas melalui izin berobat dan izin luar biasa. Menurut hakim, pembiaran yang dilakukan Wahid menyalahi peraturan.


Hakim juga menyatakan Wahid menerima uang dari narapidana lain, yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Fuad Amin. Wawan memberikan uang sebesar Rp 69,4 juta, sedangkan Fuad memberikan Rp 121 juta. Atas pemberian itu, Wahid memberikan fasilitas tambahan kepada Fuad dan Wawan, baik di dalam Lapas Sukamiskin maupun fasilitas izin berobat yang disalahgunakan.

Saat ini, Fuad dan Wawan masih berstatus sebagai saksi dalam perkara ini. Keduanya sempat diperiksa KPK juga dihadirkan dalam persidangan kasus suap Wahid. Fuad dan Wawan memang sempat menghilang dari sel nya saat peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wahid sehingga sel keduanya disegel KPK saat itu.


Saksikan juga video 'Terbukti Terima Suap, Eks Kalapas Sukamiskin Divonis 8 Tahun Bui':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed