Kunjungi Ponpes di Bekasi, Ma'ruf Bicara soal Islam dan Pancasila

Kunjungi Ponpes di Bekasi, Ma'ruf Bicara soal Islam dan Pancasila

Lisye Rahayu - detikNews
Senin, 08 Apr 2019 23:42 WIB
Kunjungi Ponpes di Bekasi, Maruf Bicara soal Islam dan Pancasila
Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat, Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat. (Lisye/detikcom)
Bekasi - Cawapres 01 Ma'ruf Amin menghadiri silaturahmi dengan kiai dan santri di Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat, Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat. Ma'ruf berbicara tentang Islam sebagai agama dan Pancasila sebagai landasan bernegara.

"Kita harus berterima kasih kepada ulama yang bisa mengkompromikan antara Islam dan kebangsaan. Islam adalah agama, Pancasila adalah dasar kita berbangsa dan bernegara. Tidak bertabrakan," ujar Ma'ruf di Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat, Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/4/2019).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ma'ruf, di beberapa negara, pemahaman ideologi masih terjadi perselisihan. Bahkan perbedaan cara pandang kehidupan beragama dan bernegara menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

"Di beberapa negara itu terjadi bertabrakan, sehingga tidak selesai-selesai. Akhirnya perang pakai senjata, terjadilah pembunuhan untuk menyelesaikan ideologi kenegaraannya," ujar Ma'ruf.

Di Indonesia, Ma'ruf menyebut konflik ideologi tidak terjadi karena peran ulama dalam penyatuan ideologi itu, sehingga Islam dan Pancasila adalah penyatuan antara kehidupan beragama dan bernegara.

"Pilih Islam atau Pancasila? Dua-duanya. Kenapa? Pancasila urusan berbangsa dan bernegara. Islam adalah urusan beragama, akidah. Selesai itu," tutur Ma'ruf.



Menurutnya, NKRI adalah sebuah kesepakatan. Ma'ruf menambahkan, terbentuknya NKRI merupakan hasil dari kesepakatan seluruh bangsa dan negara.

"Bagi kita, NKRI sudah final. Karena NKRI dibentuk dan dibangun berdasarkan kesepakatan seluruh elemen bangsa," tutupnya. (idn/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini