Populasi Orangutan Sumatera Susut
Rabu, 28 Sep 2005 05:52 WIB
Medan - Populasi orangutan dalam beberapa dekade terakhir ini terus menyusut. Rusaknya habitat hingga perburuan dituding sebagai penyebab penurunan populasi Sumatera (Pongo abelii). Kera besar ini diperkirakan akan punah jika tidak segera ditangani. IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources/Persatuan Pelestarian Alam dan Sumber Daya Alam Dunia) telah memasukkan orangutan Sumatera ke dalam status sangat terancam punah. "Sekarang waktunya untuk melakukan aksi penyelamatan orangutan. Kita tak bisa hanya menunggu atau orangutan akan punah. Kita harus bekerja secara bersama-sama untuk mengurangi kerusakan hutan dan segala isinya, sehingga kita bisa menyelamatkan keanekaragaman hayati untuk generasi berikut," kata Kathy Holzer, IUCN Conservation Breeding Specialist Group dalam rilisnya yang diterima detikcom di Medan, Rabu (28/9/2005). Sementara Ian Singleton, Scientific Director Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) menyebutkan, merujuk hasil survei di 13 lokasi habitat orangutan Sumatera, berhasil diidentifikasi hanya tiga lokasi yang dihuni oleh lebih dari 500 individu. Sedangkan di tujuh lokasi tercatat hanya 250 lebih individu orangutan.Dari 13 lokasi tersebut, enam di antaranya mengalami laju kerusakan hutan sekitar 10 persen per tahunnya. Hasil penelitian bersama para ahli orangutan (Orangutan PHVA, Population and Habitat Vialibity Assesment) memprediksikan populasi akan hilang sebanyak kurang lebih 50 persen dalam kurun waktu 10 tahun dan kurang lebih 97 persen dalam 50 tahun kedepan. Merujuk fakta di atas, usaha dan kerjasama para pelaku konservasi orangutan serta institusi terkait sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasi rencana aksi penyelamatan orangutan. "Inilah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan kera besar tersebut. Pada pertemuan antarpemerintah di Republik Demokratik Congo, pemerintah Indonesia berjanji untuk mengurangi laju kerusakan habitat orangutan tahun 2010 dan memastikan stabilitas jumlah spesies ini hingga tahun 2015," kata Ian Singleton.Berkaitan dengan kondisi ini, Jatna Supriatna selaku Regional Vice President Conservation International Indonesia menyatakan, strategi penyelamatan orangutan menjadi sangat penting. Melihat kondisi populasi orangutan Sumatera yang kian kritis, perlu adanya Forum Konservasi rangutan Sumatera yang bekerja bersama-sama untuk menyelamatkan orangutan Sumatera.
(mar/)











































