Antrean BBM di Jakarta Normal
Selasa, 27 Sep 2005 21:32 WIB
Jakarta - Empat hari menjelang kenaikan harga BBM pada 1 Oktober nanti, antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU di Jakarta belum terlihat. Namun demikian, pasokan BBM diakui beberapa petugas SPBU agak tersendat. Seperti yang dialami SPBU di Jalan Sudirman. "Dua hari yang lalu dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore tidak ada kiriman. Bahkan kemarin dari jam 12 malam hingga 10 pagi kita tidak menjual bensin karena pasokan terlambat datang," kata Soepoyo Landung, pengawas SPBU saat ditemui detikcom, Selasa (27/9/2005).Soepoyo diberitahu keterlambatan pasokan terjadi karena adanya antrean pengisian tangki di Plumpang. Kapasitas tangki pendam SPBU itu adalah 48 kilo liter, namun per hari hanya diisi 32 kilo liter.Hingga saat ini SPBU tersebut masih melayani pembeli yang membawa jeriken. Namun pengambilannya dibatasi 70-80 liter per hari. Itu juga harus diambil pada jam 12 malam hingga 4 pagi agar tidak mengganggu pembeli lainnya.SPBU di Jalan Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan, walaupun belum pernah kehabisan pasokan, namun manajernya mengakui adanya pengiriman pasokan BBM yang agak tersendat."Stok minimal tanki pendam di sini 3 ton, artinya kalau kurang dari itu kita tidak bisa menjual, karena nanti BBM-nya kotor. Sudah 1 minggu ini stok kami sering kali hampir mencapai minimal," ujar Dedi Sunardi, manajer SPBU.Hari ini, seharusnya pasokan BBM sudah diterima SPBU tersebut pukul 13.00 WIB. Namun hingga pukul 17.00 WIB tanki pemasok masih belum datang juga. "Kalau tanki tidak datang juga, maka besok mungkin jam 10-an kita tidak bisa berjualan," katanya.Agar masyarakat tidak menimbun BBM, pembelian menggunakan jeriken dibatasi hanya 3 liter. Menurut Dedi, karena diperkirakan kenaikan BBM cukup tinggi, maka Kamis mendatang antrean sudah akan terlihat. Berbeda dengan kenaikan pada waktu-waktu sebelumnya di mana antrean biasa dijumpai 1 hari menjelang kenaikan.
(mar/)











































