BBM Langka di Malang, Harga Sembako Mulai Naik
Selasa, 27 Sep 2005 20:38 WIB
Malang - Meski kenaikan harga BBM baru berlaku 1 Oktober 2005, harga sejumlah sembako di beberapa pasar di Kabupaten Malang, Jawa Timur sudah mulai naik. Diperkirakan harga akan naik lagi setelah 1 Oktober 2005. Pantauan detikcom di pasar Lawang dan pasar Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (27/9/2005), kenaikan harga sembako terjadi pada beras, gula, minyak goreng dan telur. "Kenaikan harga ini terpengaruh rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bila BBM naik, maka harga kebutuhan pokok juga ikut naik," kata Mbak Neng salah seorang pedagang di pasar Lawang.Lebih lanjut ia mengungkapkan, meski saat ini harga BBM masih belum mengalami kenaikan, tapi rencana kenaikan tersebut sudah mempengaruhi perkembangan harga di beberapa pedagang. "Apalagi saat ini BBM susah dicari. Untuk carter mobil saja sekarang sudah naik. Terpaksa kita harus naikkan harga untuk menutup ongkos biaya sewa mobil yang mahal," jelas Mbak Neng.Hal serupa juga dikatakan salah seorang pedagang di pasar Singosari, Hendro. Menurut dia, kenaikan harga sembako terjadi karena rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM, serta langkanya BBM di Malang. Ini berpengaruh juga pada keterlambatan pengiriman barang, sehingga mengakibatkan harga sembako melonjak pula.Harga minyak goreng di pasar Singosari dan pasar Lawang, saat ini mencapai Rp 5.400 per kilogram (kg). Sebelumnya harga minyak goreng per kg Rp 4.800. Untuk harga gula saat ini Rp 5.500 per kg, sebelumnya Rp 5.200.Demikian pula dengan harga beras. Beras jenis biasa saat ini Rp 3.400 per kg, sebelumnya Rp 2.800 per kg. Untuk beras Bengawan Rp 3.600 per kg, sebelumnya Rp 3.000 per kg. Kenaikan cukup drastis terjadi pada harga telur, yang saat ini Rp 7.800 per kg, sebelumnya hanya Rp 7.000 per kg.Sementara itu, Ny Lina warga Lawang Kabupaten Malang yang ditemui detikcom, mengatakan, meski kenaikan beberapa harga sembako tidak terlalu besar, tetap saja berpengaruh pada biaya pengeluaran yang telah direncanakan."Kalau sembako naik, BBM naik kita jadi susah dong. Masalahnya gaji suami saya kecil. Kalau semua harga naik, bulan depan kita mau makan pakai duit apa," kata dia. Seharusnya sebelum pemerintah menaikkan harga BBM, pemerintah terlebih dulu memikirkan masalah gaji atau pemasukan masyarakat yang masih minim. "Dengan begitu, apabila semua barang terjadi kenaikan harga, masyarakat seperti saya tidak kebingungan," harap Lina.
(asy/)











































